Kata-kata Yang Tertua menghantam Bayu seperti pukulan telak. "Senja...?" bisiknya lagi, suaranya tercekat oleh kepanikan dan rasa sakit yang menusuk. Melihat liontin Senja yang biasanya bersinar terang kini meredup dan tampak sekarat di tangan musuh bebuyutan mereka adalah pemandangan yang lebih mengerikan daripada planet karaoke alien mana pun. Yang Tertua menyeringai puas melihat keterkejutan dan keputusasaan di wajah Bayu. "Ya... liontin ini adalah sumber kekuatirnya, bukan? Penyeimbangnya. Tanpa itu... dia akan sepenuhnya menjadi milik kehampaan." Ia mencengkeram liontin itu lebih erat, cahaya putih keperakannya semakin redup, hampir padam. Senja, meskipun masih linglung dan belum sepenuhnya pulih, merasakan sakit yang tajam di dadanya, seolah ada bagian dari dirinya yang perlahan me

