Gerhan terduduk lemas di sofa, butuh proses untuk tubuhnya terbiasa tidak ada kekuatan seperti biasanya. Sebenarnya ini bukan untuk pertama kali dialami Gerhan, namun saat ini keadaannya mendesak karena dia harus bergerak cepat menolong Lunetta yang sedang dalam bahaya. Ponsel Lunetta tidak aktif, ia mencoba menghubungi Ryan dan Sarah tidak ada jawaban, ia tidak tahu posisi Lunetta saat ini dimana. ‘Luna kalo memang benar kita bisa berkomunikasi. Tolong jawab aku’ batin Gerhan sembari memejamkan kedua matanya. Di sisi lain Lunetta yang masih diselimuti rasa takut, tiba-tiba saja ia mendengar suara Gerhan tanpa mengetahui raga Gerhan ada dimana. Lunetta langsung teringat bahwa Gerhan pernah mengatakan bahwa dirinya sedang dalam bahaya ia tinggal menyebut nama Gerhan sembari memejamkan ke

