BAB 15

1850 Words

    Lunetta menatap Gerhan sembari mengigit bibir bagian dalam karena gugup. Gerhan menatap Lunetta dengan bingung. Kini mereka sedang duduk di meja makan sembari berhadapan. Ada sesuatu yang perlu dibahas diantara mereka berdua. "Jadi kamu mau ngomong apa?" tanya Gerhan. "Ehm itu... barusan aku nembak aku. Dia mau jadi pacar aku" "Terus?" "Hah? Aku harus terima dia atau ngga?" "Terserah kamu, kan kamu yang ditembak. Ngapain nanya ke aku. Lagian ngga ada hubungannya sama aku"     Lunetta menundukkan kepala. Rasanya sakit mendengar respon dari Gerhan, terlebih lagi tiba-tiba lelaki itu berbicara dengan nada dingin. "Tapi kan kitaa kan..." "Memangnya kita kenapa?" "Malam kita ngelakuin..." belum selesai Lunetta menyelesaikan kalimatnya, Gerhan memotongnya. "Tunggu sebentar. Biar ak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD