BAB 15

1603 Words

Aku kembali berada di atas tempat tidur yang tidak asing lagi. Aku kembali tersadar dari pingsan dengan kejadian yang sama. Dan, aku kembali kehilangan perempuan itu. Aku lihat infus yang ada di tanganku ini. Ini artinya aku tidur sudah cukup lama. Aku masih tidak paham dengan tubuhku sendiri. Padahal, dia adalah satu- satunya perempuan yang bisa aku sentuh. Namun, mengapa diakhirnya, aku selalu saja pingsan kembali karena memeluknya. “Kamu sudah bangun?” tanya Ayah yang dari tadi duduk di bangku yang ada di kamarku ini. Ayah pun bangun dan mendekati tempat tidurku. Tubuhku masih terasa sangat berat. Sehingga, aku masih sangat kesulitan untuk bangun dari posisi terbaring ini. “Ayah. Bagaimana aku bisa sampai di sini?” tanyaku. “Ayah yang membawa kamu ke kamar ini. Tentu saja, ada yang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD