Perempuan itu semakin mendekat ke arahku. Aku semakin salah tingkah karenanya. Aku tidak percaya, bahwa aku akan kembali tidak sadarkan diri dengan hal yang sama. Padahal, aku sendiri baru saja sadarkan diri. “To… tolong… kamu jangan mendekat.” Aku masih berusaha untuk memohon kepada perempuan itu. “Aku kan hanya ingin mengingatkan kejadian saat itu,” kata perempuan itu. “Aku tidak percaya kamu dan aku… kita….” Aku tidak bisa mengatakan sesuatu yang aku sendiri tidak ingat sudah melakukannya. “Karena itu, ayo kita ulang kembali.” Perempuan itu masih melempar senyum nakalnya itu. Namun, aku sama sekali tidak tergoda dengan semua yang dilakukannya. Andai saja, tubuh ini sudah kuat untuk digerakkan. Aku akan langsung mengambil langkah seribu dari tempat ini. Aku tidak mau berada di sampi

