BAB 53

1711 Words

Mataku masih terpanah melihat sosok perempuan yang baru saja masuk ke bilik kecilku ini. Aku masih tidak percaya dapat melihat dia ada di tempat ini. “Hai, Cahaya.” Dengan senyuman santainya, dia menyapa diriku. “Kamu....” Aku yang tidak bisa berkata apa-apa, hanya bisa memanggilnya dengan panggilan ‘kamu’. “Ken, bisa tolong tinggal kami berdua dulu ya,” katanya meminta Ken untuk keluar dari ruangan ini. “I... iya.” Dengan muka merah padam, Ken pun menuruti perempuan berkaca mata dengan baju serba putihnya. Sama dengan orang-orang yang keluar dari tempat ini, Ken juga langsung menutup kembali tirainya. Dia lakukan itu, agar orang yang ada di samping tempat tidurku ini tidak dapat melihat kami. Walau, aku yakin mereka pasti tetap bisa mendengar apa yang akan kami bicara tadi. Karena,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD