“Sudah, daripada memikirkan yang tidak-tidak. Lebih baik, kamu beristirahat saja. Yakin, kamu pasti bisa berenang lagi,” kata perempuan yang dari tadi berdiri di samping ranjangku ini. Setelah dari tadi, dia puas menggoda diriku dan membuat aku khawatir akan luka yang aku derita. Kini, dia kembali memberikan aku semangat agar aku cepat pulih kembali. Padahal, dia sangat senang menggoda diriku dengan mengatakan aku tidak lagi bisa berenang karena luka ini. Tetapi, dalam sekejap dia berubah pikiran dan memberikan aku semangat kembali. “Enggak tahu apa, hati ini udah gelisah banget,” gumamku pelan. “Hah? Apa?” Dia yang merasa aku mengatakan sesuatu, namun tidak mendengarnya. Langsung bertanya, karena penasaran. “Eng... enggak.” “Ya, sudah. Aku panggilkan teman kamu dulu. Biar dia membant

