BAB 20

1562 Words

“Kamu laki- laki kan, Can?” tanya lelaki bertubuh gagah itu kepada diriku. “Te... tentu saja. Aku ini laki- laki,” jawabku berusaha untuk menunjukkannya dengan tegas. “Kamu... laki- laki tulen kan?” tanya lagi sambil berjalan sedikit demi sedikit ke arahku. “Maksudnya?” Aku malah balik bertanya kepadanya. Meski, aku dikenal sebagai lelaki yang cantik. Aku masih merasa, aku ini adalah laki- laki tulen. Meski, aku memang ada kelainan saat bersentuhan dengan seorang perempuan. Namun, aku tidak merasa diriku ini tertarik dengan sejenisku. “Maksudku, kamu tidak termasuk orang yang suka sesama kan?” tanya Rendy sambil berjalan terus mendekati diriku. Tubuhnya yang sudah sangat dekat dengan diriku, membuat aku terpaksa melangkah mundur untuk menjauhinya. Namun, lelaki itu tetap mengikuti se

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD