BAB 21

1512 Words

Tempat di pinggir ibu kota itu semakin malam semakin ramai. Aku yang sudah ditinggal sendiri di tempat ini, bingung harus melakukan apa. Apalagi, aku diberikan tugas untuk menguji alat yang sedang aku kenakan. Dengan arti lain, aku harus mencari cara untuk dapat menyentuh salah satu perempuan yang ada di sini. “Kamu tenang saja, mereka tidak akan menganggap kamu laki- laki mesumm kok,” kata Rendy tadi sebelum meninggalkan aku sendiri seperti saat ini. “Tapi....” Meski demikian, aku masih tetap ragu untuk melakukannya. “Mana ada sih, orang yang akan marah pada perempuan secantik kamu,” goda Rendy lagi. “Mmmm....” Aku hanya diam seribu bahasa. Yang dikatakan Rendy memang benar. Dengan penampilan seperti ini, tidak ada perempuan yang akan marah jika aku menyentuhnya. Lagi pula, aku tidak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD