BAB 22

1527 Words

“Plak....” suara tamparan yang sangat keras membuat keramaian ini tiba- tiba terhenti. Semua mata melihat ke arah timbulnya keributan di antara pasangan lelaki yang perempuan itu. Selain tamparan, cacian dan makian dilempar oleh lelaki itu kepada sang perempuan yang hanya berdiam diri. Padahal, rasa sakit tamparan dan rasa malu diperlakukan seperti itu, sungguh membuat dia tidak ingin memperlihatkan wajahnya di tempat ini lagi. Setiap mata yang melihat kejadian ini tidak ada yang berniat untuk menghentikan perbuatan dari lelaki bertubuh besar itu. Padahal, sebuah kejahatan sedang terjadi di depan mata mereka semua. Tetapi, semua orang ini hanya bisa terdiam melihat semua ini. Bahkan tiga orang yang dari tadi mengawasi diriku, juga tidak ada niat untuk membantu perempuan itu sama sekali.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD