Jauhi Julian.

1658 Words
Tangguh Tisna Aryapura adalah Adik Bungsu Tuan Jaka Aryapura. Tuan Jaka anak pertama dari empat bersaudara. Tangguh lama tinggal di kota, Kuliah dan merintis Bisnis dan sekarang menjadi Pengusaha sukses di bidang pertanian dan Distributor pupuk. Tangguh kehilangan Abah nya saat Dia menginjak kelas 3 SMA. Abah nya meninggal tiba-tiba sesaat setelah berselisih paham dengan Tuan Ageng. Tersiar kabar Abah nya meninggal karena Guna-guna Tuan Ageng. Didesa yang masih menganut paham ilmu Klenik hal tersebut menjadi hal yang Lumrah. Tangguh sangat terpukul kehilangan Abah nya dan menyimpan dendam Pada keluarga Tuan Ageng karena menganggap Keluarga Tuan Ageng dalang kematian Abah nya. Tangguh Pulang ke Desa nya untuk berlibur karena sudah lama Dia tidak pulang ke Rumah Kakaknya. Tapi ternyata Kakaknya sedang pusing akibat perjodohan Julian yang di tolak oleh Julian sendiri akibat Julian berpacaran dengan Rani. Tangguh yang menyimpan dendam pada keluarga Ageng memamfaatkan hal ini untuk membalas dendam pada keluarga Ageng. Siasat buruk telah di rencanakan untuk merusak keluarga Ageng dan agar Julian ikut membenci Rani. Setelah istirahat satu hari, Tangguh mulai mencari tahu hubungan Julian dan Rani. Hari ini Julian sudah terlihat rapi, Terlihat dari raut wajahnya Julian memang terlihat bahagia. "Lian..Mau kemana hari ini?" Tanya Tangguh basa basi. " Aku janji bertemu dengan teman Paman" Julian sambil merapihkan kemeja Abu-abu mudanya. "Boleh paman Ikut?" Tanya Tangguh lagi. "Maaf paman mungkin lain kali, Aku takut temanku canggung bertemu paman yang memang lebih tampan dariku" Jawab Julian tersenyum menolak halus Pamannya. "Oh..Temanmu perempuan Lian??" Tanya tangguh memancing Julian. "Ah..Paman membuatku malu secara sengaja mengatakan Aku bertemu Teman Perempuan" Julian menepuk jidatnya sambil tertawa. "Berangkatlah..Kasihan Teman perempuanmu menunggu" Ucap Tangguh tersenyum mendengar ucapan Julian yang polos. Julian pergi meninggalkan Rumah menggunakan motornya, Tangguh pun ikut pergi memata-matai Julian. Julian janji temu dengan Rani di sebuah Kebun Bunga, Disana Julian datang terlebih dahulu. Rani yang menyukai Bunga sengaja Julian bawa ke kebun bunga walaupun jaraknya sedikit Jauh. Tak lama Rani datang bersama Midah, Rani yang menggunakan Rok motif bunga mawar dan Kemeja putih sangat cantik dengan rambut terurai panjang sepunggung "Hai Rani akhirnya kamu datang, Maaf tempat ini sedikit Jauh" Sapa Julian pada Rani sambil tersenyum. "Aku pernah kesini sebelumnya, Bersama Abah. Ini kebun milik Teman Abah"Jawab Rani lembut. "Ayo kita berkeliling" Ajak Julian. Mereka berkeliling kebun bunga mawar dan Julian memilih bunga mawar untuk mereka beli. Julian tampak bahagia bersama Rani, Dia memetik Mawar merah dan memasangkannya di sela telinga Rani. "Kamu dan Mawar ini sangat cantik Rani, Aku sangat bahagia bersamamu" Ucap Julian sambil meraih tangan Rani. Mereka berdua tak menyadari dari kejauhan Seorang laki-laki yang tak Lain adalah Tangguh memperhatikan setiap gerak-gerik mereka. "Nikmati kisah cinta kalian berdua sebelum Akhirnya kalia benar-benar berpisah" Ucap Tangguh Pelan dan pergi meninggalkan Kebun bunga tersebut. Sekitar Satu jam mereka mengelilingi kebun Mawar, Mereka istirahat di saung sederhana untuk beristirahat. "Hari mulai siang, Aku akan segera pulang Lian. Aku takut keluargaku curiga kalau Aku pergi terlalu lama" Ucap Rani. "Baik Rani, Hati hati di jalan, Dan Midah tolong Jaga Rani" Ucap Julian. "Baik Tuan Muda" Jawab Midah. Rani membonceng Midah mengendarai sepeda motornya, Ternyata Tangguh mengikutinya dari belakang. Rasa penasaran sosok Rani dari dekat membuat Tangguh memperlambat Laju sepeda motornya dan menatap Lekat wajah Rani dari dekat. Rani yang kaget melihat mata Tangguh yang wajahnya tertutup Helm. "Pantas saja Julian jatuh cinta pada wanita ini, Ternyata Wajahnya memang cantik" Pikir Tangguh sambil menarik gas nya menjauh dari Motor Rani. "Neng Rani, Siapa Dia sepertinya sengaja memandang Wajah Neng Rani" Ucap Midah. "Mungkin Orang lewat, Jangan berprasangka buruk dulu" Jawab Rani. Mereka melanjutkan perjalanannya dan sekarang sampai di rumah. ***** Julian sudah sampai Rumah dan dipanggil oleh Abah nya. "Julian Abah memanggilmu di ruang keluarga" Ucap Ambu nya memanggil saat Julian tiba di rumah. Julian duduk di kursi depan Abah nya. Diam tidak ada percakapan dan Julian hanya menunduk. Perselisihan tentang perjodohan membuat Ayah dan Anak terlihat Canggung. "Apa Abah akan membahas perjodohan lagi?" Tanya Julian membuka percakapan. "Tidak Abah hanya ingin kamu membawa Wanita yang membuat kamu menolak perjodohan ini" Jawab Tuan Jaka. Julian Gugup karena pasti Abah nya akan menolak wanita yang di maksud Abah nya. "Baik Nanti Lian akan kenalkan pada Abah" julian terlihat Gugup. Tuan Jaka tersenyum melihat Anaknya terlihat gugup, Tuan Jaka Sengaja memancing Lian untuk mengungkap hubungannya dengan Rani. Karena keluarganya pasti akan menolak Rani. "Lian permisi Bah" Lian Pamit dan meninggal kan Abahnya yang terlihat tenang. Tak lama Tangguh datang dan duduk di kursi bekas Julian. "Ada yg bisa Aku bantu Kak?" Tanya Tangguh pada Tuan Jaka. "Buat Rani memutuskan Hubungan mereka tanpa Kita yang bergerak sedikitpun" Ucap Tuan Jaka Tersenyum jahat. "Baiklah..Lusa Aku pastikan Julian patah hati karena Rani" Jawab Tangguh tersenyum memikirkan apa yang akan dilakukannya pada Rani. ***** Dengan rencana matang yang dibuat Tangguh, Dia mengatur siasat agar Hubungan Julian dan Rani berpisah tanpa Julian tahu rencana Keluarganya. Hari ini Tangguh sengaja mengikuti Rani kemanapun, Rani hari ini pergi ke Kebun bersama Pembantunya dan kembali pulang kerumah. Tangguh berpura-pura menjadi Petani biasa yang bekerja di Kebun Milik Abah Rani. Ternyata Rani sangat menyukai mengendarai Sepeda notornya, Kemanapun sepeda motor Matiknya tak pernah lepas. Muncul siasat buruk saat Rani pergi meninggalkan kebun dan tanggu mengikuti Rani. Besok Lusa akan di adakan acara pesta panen di Rumah Rani, Dia sangat sibuk mempersiapkan segala keperluan Acara. "Rani bisakah kamu membeli beberapa barang di Toko Tuan Parman?" Tanya Ibunya Rani pada Rani. "Baik Ambu, Rani pergi bersama Midah" Ucap Rani. Rani mencari Midah tapi Midah tidak terlihat dimanapun, Karena terburu-buru Rani berbelanja ke Toko sendiri walaupun waktu menunjukan pukul 8 malam. Rani mengendarai motornya menuju Toko yang jaraknya 10 menit perjalanan. Ternyata Tangguh mengikutinya menggunakan Mobil, Rani yang tak sadar sedang di ikuti melajukan motornya pelan. Tangguh yang sudah punya rencana jahat sengaja menginjak pedal Gas dan menabrak Motor Rani, Karena benturan keras membuat Rani terguling-guling di Aspal dan membuat tubuhnya penuh luka. "Ah..Sakit sekali" Rani mencoba bangun dari tempat terjatuh, Tapi sebuah tangan membekap mulutnya dan menarik paksa tubuhnya ke sebuah mobil. Tangan dan kaki Rani di ikat, Mulutnya di bekap kain. "Ya..Tuhan Apa ini? Apa mereka menculikku?? Tanya Rani dalam hati penuh ketakutan. Dilihat di kursi pengemudi tanpa menoleh seseorang terus melajukan Mobilnya. Tak lama mobil yang membawa Rani ke sebuah rumah yang setahu Rani rumah ini milik keluarga Aryapura. Laki-laki tersebut menghubungi seseorang dan menyuruh membuang motor Rani kejurang dekat Perbatasan Desa. Rani sangat ketakutan dan tidak mengerti situasi ini, Dia terus menangis. Sekarang mobil berhenti dan Laki-laki dengan tubuh tegap tersebut membawa Rani ke dalam kamar di rumah tersebut. Tanpa Belas kasih Tangguh tersebut membanting tubuh Rani ke Ranjang. Kain penutup Mulut Rani di buka. "Siapa kamu? Kenapa menculikku? Tanya Rani langsung sambil menangis. "Apa kamu tidak mengenalku??" Tanya Tangguh kepada Rani dengan mendekatkan mata nya kepada wajah Rani. "Apa Maumu?" Tanya Rani. "Kamu ingin tahu?" Tangguh tersenyum jahat. Tangguh membuka ikatan Kaki dan Tangan Rani, Dan Rani bergegas lari dari Ranjang. Tapi Tangguh dengan cepat menarik tubuh Rani. "Akh..Lepaskan Aku..Kenapa kamu membawaku kesini" Teriak Rani. Tangguh menindih tubuh Rani di Ranjang dengan posisi terduduk di kedua paha Rani. "Mari kita bermain-main Nona Rani cantik, Aku ingin tahu seberapa Nikmat tubuhmu" Tangguh Membuka kancing Rani satu persatu-persatu. "Lepaskan b******n, Kamu tak akan selamat bila Abah ku tahu" Teriak Rani. PLAKKK.. Tangguh menampar Rani keras, Tubuh Rani yang penuh luka akibat terjatuh dari motor tak membuat Tangguh kasihan dan malah menamparnya. Rani mulai pasrah karena Tenaga mulai habis dan luka di pipinya sangat membuat kepalanya sakit. Tangguh dengan cepat membuka Pakaian Rani bermodel Dres sepanjang Lutut. Tangguh membuka Pakaian Dalam Rani. Dan sekarang Rani Telanjang polos tanpa Pakaian dengan Tangguh masih di atas paha Rani. "Tolong lepaskan Aku, Jangan Nodai Aku" Rani Lirih memohon dengan mata basah karena Tangisan tak henti. Tangguh membuka Kaosnya dan mulai mencumbi Bibir Rani yang terus menolak dengan menggerak-gerakan Kepalanya. "Tolong berhenti..."Rani memohon. Tangan Tangguh memegang Tangan Rani keatas kepala Rani, Dia mencumbui Rani dari leher dan meninggalkan Jejak di p******a Rani yang putih. Rani terus menangis mendapat pelecahan oleh Tangguh, Tak berhenti di situ Tangguh terus mencumbui Rani dari p******a ke perut dan sekarang ke Kemaluan Rani yang masih belum tersentuh siapapun. Entah berapa banyak bekas kecupan tanda merah di tubuh Rani. "Tuhan..Selamatkan Aku" Rani sambil merapalkan doa agar dia selamat dari pelecehan ini. Tangguh mengambil Tali dan mengikat tangan Rani di Pinggir Ranjang dan tak lama mengambil ponselnya. Rambut Rani yang menutupi wajahnya Tangguh singkirkan dengan diselingi kecupan di bibir Rani. Cekrek..Cekrek.. Tangguh memotret tubuh Polos Rani tanpa busana. "Apa yang kamu lakukan b******n, Kamu dasar penjahat. Bunuh saja Aku.Untuk apa kamu memotretku" Teriak Rani marah dengan wajah kacau penuh Air mata. Tangguh tertidur disamping Rani dan berbisik dan memperlihatka Foto kepada Rani "Bisa kamu bayangkan seberapa malunya Ayahmu dan keluarga besarmu jika Foto tubuh polosmu tersebar kepenjuru Desa dan Kota" "Jangan..Kumohon Jangan.." Rani memohon dan menggelengkan kepala sambil terus menangis. "Baiklah..Ada syaratnya, Kamu harus memutuskan hubunganmu dengan Julian dan Kamu harus bungkam Tentang malam ini" Tangguh membelai wajah Rani. "Apa salahku kepadamu, Kenapa Kamu berbuat keji kepadaku" Tanya Rani pelan. "Karena kamu telah berani melanggar Adat Desa dan berani mendekati keluarga Aryapura" Jawab Tangguh senyum sinis. "Baiklah Aku akan menjauhi Julian, Tolong lepaskan Aku dan tolong jangan sebar Foto itu..Kumohon.." Ucap Rani menyetujui Syarat Tangguh "Apa jaminan Kamu akan menjauhi Julian?" Tanya Tangguh. "Apa maumu?" Tanya Rani. "Aku akan kembali menculikmu dan menyetubuhimu" Jawab Tangguh. "Tolong Jangan.." bibir Rani bergetar takut. Tangguh duduk di Ranjang dan membuka Tali di tangan Rani. "Pakai Bajumu, Aku akan membawamu ke Tempat Aku membuang motormu. Kamu seolah olah Kecelakaan. Dan ingat janjimu. Putuskan Julian dan jauhi dia, Buat Dia membencimu" Rani bergegas memakai Pakaiannya kembali, luka-luka di kaki dan tangannya akibat terjatuh dari motor tak Ia hiraukan. Tangguh menarik lengan Rani keluar kamar dan membawanya ke mobil, Tangguh membawa Rani ke tepi jurang dan tanpa perasaan Iba mendorong Rani kejurang tersebut. "Jangan..Kumohon..Akh.." Rani teriak saat tubuhnya terjatuh ke Jurang yang tak begitu dalam, Rani shock dan pingsan. TBC..
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD