Gadis Cantik Berhati Jahat.

1398 Words
Kesibukan untuk acara pesta panen raya membuat tidak menyadari keberadaan Rani. Semua sibuk dengan pekerjaan masing masing, Di dapur para Ibu-ibu memasak, Ibu Rani yaitu Ibu Masnia sibuk menata dekorasi untuk tempat duduk para tamu. Tak lama Midah datang ke Rumah Tuan Ageng setelah dia pulang kerumahnya untuk berganti pakaian. "Midah..Kemana Rani?" Tanya Ibu Masnia pada Midah. "Bukankah tadi di rumah bu?" Jawab Midah. "Ibu menyuruhnya membeli sesuatu" Jawab Ibu masnia. "Sudah 3 jam lebih Rani pergi dan belum kembali juga, Ibu kira Rani pergi bersamamu Midah. Coba kamu lihat Motor Rani apa sudah ada di Garasi" Ibu Masnia Cemas. Midah berlari ke Garasai ternyata motor Rani tidak berada di tempat Rani memarkirkan motornya. Midah kembali ke Dalam rumah dan memberitahu Ibu Masnia. "Maaf Bu..Motor Neng Rani gak ada di Garasi" Ucap Midah dengan Nafas tak beraturan. "Apa..Dimana Rani" Ucap Ibu Masnia Panik. Ibu Masnia berlari menuju suaminya. "Bah..Abah..Rani dari tadi keluar sudah 3 jam belum kembali, Tadi Ambu suruh belanja" Ucap Ibu Masnia. "Apa..Bagaimana bisa anak gadis di suruh keluar malam-malam..Bagaimana Ambu ini" Tuan Ageng marah karena cemas. Tuan Ageng yang panik segera memerintahkan Anak buahnya mencari keberadaan Rani dan juga Tuan Ageng sendiri ikut mencari Anak Gadisnya. Semua Anak buahnya menyusuri jalan Desa dan semua orang yang di pinggir jalan tidak ada yang melihat Rani lewat. Anak buah Tuan Ageng melihat pecahan bagian motor Rani di pinggir jalan yang dibawahnya jurang sedalam 2 meter yang ditumbuhi semak-semak. "Tuan..Ini seperti pecahan motor Neng Rani" Ucap Parjo anak buah Tuan Ageng membawa potongan bagian bodi motor. Tuan Ageng berlari dan berteriak " Cepat sorot ke bawah jurang" Lampu besar di sorot ke jurang, Terlihat Rani tergeletak di dekat motornya. "RANI..." Teriak Tuan Ageng panik melihat Putri bungsunya tergeletak tak berdaya di bawah jurang. Semua orang turun ke Jurang yang penuh semak semak, Terlihat wajah dan bagian tubuh lain Rani terluka goresan. Rani diangkat oleh empat orang ke pinggir jalan. Pak Ageng segera memeluk Putrinya, Rani tak sadarkan diri dengan wajah penuh luka goresan dan Tanah. "Rani Anakku..Kamu gak apa-apa sayang.." Pak Ageng terlihat sangat terpukul melihat Rani yang tak sadarkan diri. "A..bah...Rani takut.." Rani mulai sadar dan menangis. Rani dibawa pulang dengan menggunakan Mobil. Sesampainya di rumah Rani di bawa kekamarnya dan Bi Mina membantu menganti pakaian sebelum Dokter datang. Saat membuka baju Rani Bi Mina kaget d**a dan perut Rani penuh tanda merah bekas kecupan seseorang. "Neng Rani..Apa ada yang melukai Neng Rani?" Tanya Bi Mina pelan. "Tolong jangan bilang apa yang Bi Mina liat kepada siapapun Ya..Bi..Rani Takut dan Malu" Ucap Rani pelan. "Ya Tuhan Neng..Siapa yang melakukannya?" Tanya Bi Mina. "Rani gak tahu Bi..Dia melakukan hal mengerikan pada Rani. Tapi Rani tidak dinodai Dia hanya membuat tanda merah di tubuh Rani" Rani bercerita sambil menangis. "Syukurlah Neng..Bibi sangat sedih mendengar Neng Rani kecelakaan" Bi Mina memeluk Rani. Bi Mina adalah Wanita Paruh Baya pengasuh Rani sejak kecil, Rani seperti Anaknya sendiri. Melihat Rani disakiti seperti ini Bi Mina sangat sedih. Tak lama Dokter datang dan mengobati luka-luka di tubuh Rani dan memberi obat. Julian yang tidak mengetahui kabar tentang Rani yang kecelakaan gelisah karena Ponsel Rani tidak bisa dihubungi. Keluarga Julian di undang ke Acara Besok Pesta Panen keluarga Jayabrata, Walaupun keluarga mereka bermusuhan tapi Dua keluarga tersebut masih saling mengundang di acara-acara tertentu untuk mempertunjukan kekayaan mereka. Rencananya Keluarga Besar Aryapura akan datang ke Acara Pesta Panen tersebut termasuk Julian dan Tangguh. ***** Ke esokan Harinya di Rumah Tuan Ageng Jayabrata sudah mulai ramai dengan para pelayan yang menyiapkan hidangan untuk para tamu undangan, Menjelang sore hari biasanya Acara puncang dimulia dengan Acara Doa dan Hiburan dari kesenian Tradisional. Keluarga Aryapura sampai di Rumah Tuan Ageng yang besar dan megah. Julian yang terlihat cemas terlihat dari sikapnya yang hanya diam. Julian berinisiatif menyelinap masuk menemui Rani. "Abah..Lian ke Kamar kecil dahulu" Pamit Julian kepada Abahnya. Tangguh yang tahu rencana Julian hanya tersenyum karena Tangguh Yakin Julian akan patah hati akibat Rani memutuskan secara sepihak. Julian menyusuri Ruang demi ruang mencari Rani, Dia tidak menemukan Rani dimana Rani. "Maaf Eteh..Neng Rani kemana kok gak Liat?" Tanya Julian pada Seorang pelayan. "Maaf Neng Rani semalam kecelakaan sekarang Dia di kamarnya istirahat" Jawab pelayannya. Julian terkejut mendengar Rani kecelakaan. Tanpa takut Julian mencari keberadaan Rani, Diam diam Julian masuk kekamar Rani dan ternyata terduduk di meja Rias dengan tatapan kosong. "Rani..sayang.." Panggil Julian. Rani menoleh dan betapa terkejutnya Rani melihat Julian dikamarnya. "Lian..Bagaimana kamu bisa ada disini?" Tanya Rani heran. "Apa benar kamu kecelakaan Rani?" Tanya Julian. " Iya.." Jawab singkat Rani yang tiba-tiba mengingat janjinya kepada Tangguh. "Lian Aku ingin kamu pergi dari sini, Mulai sekarang kita tidak ada hubungan apapun. Maaf Aku mempermainkanmu. Sebenarnya Aku tidak mencintaimu" Ucap Rani dengan bibir bergetar menahan tangis akibat kebohongannya. Bagai petir disiang bolong, Julian tersenyum bingung mendengar ucapan Rani yang tiba-tiba. "Rani..Kamu sedang terluka, Jangan bercanda" Jawab Julian yang seolah menganggap Rani bercanda. "Aku serius Julian, Sebenarnya Aku hanya mempermainkanmu saja. Mana mungkin Aku jatuh cinta pada Anak Musuh Ayahku" Ucap Rani. "Rani..Kamu.." d**a Julian serasa sesak mendengar perkataan menyakitkan dari Rani. "Pergilah..Jangan berharap Kita bertemu" ucap Rani tanpa mau menatap Julian. "Apa kamu sejahat itu Rani, mempermainkan perasaanku? Kumohon jangan bercanda Rani. Bilang ini hanya leluconmu saja" Ucap Julian masih belum percaya pada ucapan Rani. "Sudahlah..Aku sudah bosan bersandiwara menyukai dan mencintaimu Lian. Lupakan Aku" Jawab Rani sambil menoleh ke arah Julian. "Baik Rani Aku tidak akan menemuimu lagi, Aku tidak menyangka apa yang dikatakan Abahku memang benar adanya. Sifat keluargamu memang jahat, Melukai siapa saja orang yang tidak disukai" Jawab Julian sambil berjalan keluar kamar Rani. Rani sangat Patah hati oleh dirinya sendiri, Dia terpaksa berbohong dan melukai hati Julian. Ini semua karena Tangguh yang mengancamnya, Sampai saat ini Rani tidak tau siapa yang telah menjamah tubuhnya dan melukainya dengan cara mendorongny ke jurang. Rani yang sudah merasa tubuhnya lebih baik ingin sekali melihat acara yang akan segera di mulai, Dia berjalan tertatih keluar dari kamar. "Neng Rani.." Teriak Bi Mina kaget melihat Rani keluar kamar. "Aku bosan Bi di kamar, Boleh Aku melihat Acara ini? Tolong antar Aku ke teras rumah" Ucap Rani pada Bi Mina. "Baik Neng.. Rani berjalan keteras rumah dengan bagian halaman depan telah dipasangi tenda dengan hiasan Janur. Hiburan berupa kesenian daerah sudah siap menghibur para tamu. Ternyata Tamu telah banyak yang hadir, Ditemani Bi Mina Rani duduk di kursi teras dan memperhatikan Tamu. Deg.. Rani terkejut melihat Seorang laki-laki di antara Tuan Jaka dan Julian. Rani ingat betul siapa orang tersebut, Dia adalah Orang yang menculik Rani dan telah berani melecehkannya. Rani refleks melipat tangannya di d**a, Masih terasa tangan kasarnya melepas pakaian dan menyumbuinya. Rasa trauma berat membuat Rani sedikit takut. Tangguh yang putih dan berbadan tinggi besar terlihat berbeda dengan tamu lain. "Bi..Apa Bibi tau siapa Laki-laki berbaju hitam di samping Tuan Jaka. "Oh...Dia Tuan Tangguh, adik bungsu Tuan Jaka" Jawab Bi Mina. "Astaga..Ternyata ini semua perbuatan keluarga Aryapura agar Aku putus dengan Julian. Sungguh keji rencana mereka" Gumam Rani dalam hati sambil mengusap Air matanya. Tak sengaja Tangguh melihat Rani di teras, Dia memandang lekat gadis yang semalam Dia culik. Wajah Rani penuh luka tapi tidak menutup kecantikan Alaminya. Rani tidak menyadari kalau Tangguh menatapnya, Julian datang dan duduk di samping Tangguh. Mukany terlihat sedih dan Datar tanpa ekspresi, Hal itu membuat Tangguh yakin Rani telah menuruti keinginannya untuk segera berpisah dari Julian. Rencananya sepertinya berhasil. Acara dimulai, Semua tamu sudah hadir dengan terlihatnya tamu yang memenuhi kursi. Tangguh ijin meninggalkan kursinya, Seseorang menghubunginya. Dia sengaja berjalan mendekati Rani yang serius mengikuti acara dan tidak menyadari Tangguh sudah mendekatinya. "Apa keadaanmu sudah membaik Nona Rani?" Tanya Tangguh di samping kiri Rani duduk. Rani terkejut dan sangat ketakutan. "Untuk apa kamu kesini" Ucap Rani. "Apa seperti itu caramu menyapa tamu Abah mu??" Sindir Tangguh. " Aku sudah mengikuti keinginanmu, Tolong jangan ganggu Aku" Jawab Rani. "Baiklah..Aku tidak akan mengganggumu tapi Bila Kamu masih mendekati Julian maka Aku akan berbuat lebih Menyenangkan dari kemarin" Ucap Tanggung tersenyum Jahat. "Tolong pergilah.." Ucap Rani sambil menangis. Tangguh menjauh dan kembali ke Kursi dan duduk di samping Julian. "Apa kamu tertarik pada Gadis itu? Dia sangat Cantik menurutku" Tangguh memacing reaksi Julian sambil menunjuk kepada Rani yang duduk tertunduk menangis di kursi. "Aku membencinya, Mana mungkin Aku tertarik padanya. Dia Gadis cantik berhati jahat" jawab Julian menatap Sinis Rani. Tangguh tersenyum menang, Dia berhasil membuat dua Sejoli kasmaran berpisah dengan mudahnya.. TBC..
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD