Marah..Kecewa dan Merasa di bodohi..Itu perasaan Julian saat ini. Perasaan Cinta tulus Julian pada Rani ternyata dibalas dengan tipuan.Julian masih berpikir kenapa Gadis selembut Rani mempunyai hati sejahat itu.
Sepajang Acara Pesta panen Julian hanya terdiam memikirkan perkataan Rani yang begitu menyakiti hatinya.
Tangguh yang disamping Julian bisa tahu bagaimana perasaan Keponakannya, Tak ada rasa Iba kepada Julian yang begitu patah hati. Rasa Bahagia menyakiti Rani menjadi kepuasaan tersendiri untuk Tangguh.
Disamping Tangguh ada Pak Rudi yaitu Kepala Rukun warga Desa Jayabrata.
"Hampir saja Acara ini tidak jadi dilaksanankan Tuan Tangguh" ucap Pak Rudi.
"Kenapa memangnya?" Tanya Tangguh pura-pura tidak mengetahui penyebabnya.
"Neng Rani kecelakaan, Motornya jatuh ke jurang, untung tidak luka parah. Tapi kasihan sekujur tubuhnya luka. Saya ikut bantu angkat dari Jurang" Jawab Pak Rudi.
"Apa..Kapan kejadiannya?" Tangguh pura-pura tidak tahu.
"Semalam Tuan, Neng Rani Gadis yang sangat Baik dan cantik semua orang menyukainya. Beredar kabar Neng Rani ada yang nabrak motornya tapi siapa yang tega melakukannya. Moga aja ketahuan siapa pelakunya" Ucap Pak Rudi.
Tanggun terdiam mendengar perkataan Pak Rudi, Ternyata ada saksi mata yang melihat Rani di tabrak olehnya.
"Boleh tahu siapa yang melihat Kejadian itu?" Tanya Tangguh.
"Oh..itu Pak Somad kebetulan lewat Pas Neng Rani kecelakaan" Jawab Pak Rudi.
Tangguh harus segera menyelesaikan Masalah ini dengan menutup mulut saksi mata yang melihat perbuatan jahatnya pada Rani. Dengan pikiran masing-masing Tangguh dan Julian tetap menyaksikan acara dengan tatapan kosong. Mereka berdua memikirkan hal yang sama yaitu Rani.
Acara Pesta panen selesai dan tamu kembali kerumah masing-masing termasuk keluarga Aryapura.
Sesampai dirumah Tuan Jaka memanggil Julian di ruang keluarga.
"Aku ingin berbicara denganmu Julian" Ucap Tuan Jaka saat duduk dan menikmati Kopi.
"Apa tidak bisa nanti Bah?" Tanya Julian malas.
"Apa kamu sudah berani membantahku?" Tuan Jaka sedikit meninggikan Intonasi suaranya.
"Baiklah..Apa yang akan Abah bicarakan?" Julian terpaksa duduk di dekat Abahnya.
Tak lama Tangguh datang dan duduk di samping Tuan Jaka.
"Bagaimana Keputusanmu soal perjodohan dengan Anak Juragan Hasan?" Tanya Tuan Jaka.
"Apa Abah ingin Aku segera menikahi Lisma?" Tanya Julian balik.
"Ya..Abah sudah Tua, Sudah saatnya kamu menikah dan meneruskan perkebunan keluarga Kita" Jawab Tuan Jaka.
"Baiklah..Tapi Aku ingin bertunangan terlebih dahulu untuk mengenal Lisma lebih dekat" Ucap Julian datar.
"Baiklah Abah setuju" Jawab Tuan Jaka tersenyum.
Tangguh ikut tersenyum mendengar jawaban Julian.
"Bagaimana jika Minggu depan pertunanganmu dengan Lisma dilangsungkan, Apa kau setuju Julian?" Tanya Tuan Jaka.
Julian bangkit dari duduknya dan menjawab singkat.." Terserah".
Tuan Jaka senang Julian menyetujui perjodohan ini, Tangguh memang hebat bisa membuat Julian menurut padanya.
"Aku tidak menyangka Julian mau dijodohkan" Tuan Jaka tertawa.
"Julian patah hati Kak..Gadis itu telah menuruti kemauanku" Ucap Tangguh tersenyum puas.
*****
Semenjak tragedi kecelakaan Rani terjatuh kejurang, Rani bagai burung dalam sangkar emas. Dia tidak di ijinkan keluar rumah apalagi mengendarai sepeda motor. Abahnya begitu Posesif pada anak gadisnya.Hari-harinya hanya dikebun bunga Mawar pemberian Julian.
Rani yang duduk di tanam belakang Rumah mendengar percakapan Abah dan Ambu nya yang akan hadir di acara keluarga Aryapura.
"Bah ..Kita di undang keluarga Aryapura, katanya Anak Semata wayang akan bertunangan" Ucap Ibu Masnia.
"Sebaiknya kita hadir untuk menghormati mereka" Jawab Tuan Ageng.
Betapa pedihnya hati Rani mendengar kekasih hatinya akan bertunangan dengan orang lain, memang Dia sudah memutuskan kisah cintanya dengan Julian tapi hatinya masih menyimpan cinta yang besar untuk Julian.
"Aw.." teriak Rani yang tanpa sengaja gunting untuk memotong daun ternyata melukai Jari telunjuk tangan kirinya.
"Hiks..Hiks.." Rani menangis melihat Darah ditangannya.
"Rani sayang..Kenapa tanganmu bisa terluka" Ibu masnia berlari dan menarik lengan Rani yang terluka.
"Sini Ambu obatin "
Rani menangis bukan karena jarinya yang terluka tapi perih hati mendengar orang di cintainya akan bertunangan dengan orang lain.
"Ambu siapa yang akan bertunangan?" Tanya Rani pada Ambu nya.
"Tuan muda Julian, Anaknya Tuan Jaka" Jawab Ibu Masnia.
Semenjak mendengar kabar Julian akan bertunangan, Hari-Hari Rani dihabiskan dengan berdiam diri di kamar atau memandang bunga-bunga Mawarnya.
Dan Tibalah hari Pertunangan Julian, Abah dan Ambu nya mengajak Rani ikut serta, Rani awalnya menolak tapi Dia akhirnya Ikut bersama Abah dan Ambu nya.
Mereka bertiga tiba di Rumah Tuan Jaka yang mempunyai halaman Luas.
Mereka duduk di Kursi tamu paling depan, Rani memakai Dres panjang berwarna Biru muda dan tak lupa Memakai kerudung yang menutupi Rambutnya.
"Kenapa Kamu terlihat pucat Rani?" Tanya Ambu nya Rani.
"Tidak Ambu..Rani hanya kurang tidur semalam" Jawab Rani senyum terpaksa.
Acara dimulai, Tuan Jaka membuka acara dengan mengatakan bahwa hari ini Anaknya Julian akan melangsungkan pertunangan dengan Lisma.
Tak lama Lisma dan Julian hadir di Depan para tamu dan menyematkan Cincin di Jari-jari masing-masing. Julian tahu Rani hadir tapi seperti tidak menghiraukannya.
Rani hanya terdiam untuk menutupi kesedihannya. Semua bertepuk tangan melihat kebahagian Julian dan Lisma.
Akhirnya mereka dipenghujung acara, Menikmati hidangan.
"Apa kamu bersedih?" Tanya Tangguh membuyarkan lamunan Rani yang terduduk dengan minuman dingin di tangannya.
"Jangan ganggu Aku, Semua keinginanmu sudah terkabul" Jawab Rani tanpa menoleh.
"Hahaha...Kau memang gadis manis dan penurut" Ucap Tangguh meninggalkan Rani.
Rani tak bisa menahan kepedihannya, Dia beranjak dari Duduknya dan berlari bersembunyi dengan menahan Air mata, Dia menangis sambil memukul d**a nya, sesak..Perih Itu yang dirasakan Hatinya.
"Wanita jahat sepertimu ternyata bisa menangis.." Ucap Julian membuat Rani kaget dan langsung mengusap air matanya.
"Kenapa kamu menangis?" Tanya Julian.
"Bukan urusanmu" Rani menjawab sambil berjalan tapi Julian menarik tangannya cepat.
"Aku ingin tahu kenapa kamu mempermainkan Cintaku?" Tanya Julian.
"Kamu sudah tahu jawabannya" Jawab Rani ketus.
"Apa Abahmu yang menyuruhmu?" Tanya Julian.
"Jangan Bawa-bawa orangtua ku" Rani menatap Julian.
"Oia..Berarti ini murni idemu..Hahaha..Kamu perempuan Licik Rani, Aku membencimu" Ucap Julian sambil meninggalkan Rani.
Rani sangat terpukul mendengar perkataan kasar Julian padanya, Air matanya terjatuh tak tertahan lagi.
Dari jauh ternyata Tangguh memperhatikan Julian dan Rani, Senyum jahat mengembang sempurna di Pipi Tangguh.
"Aku ingin lebih dari ini Rani" Ucap Tangguh dalam hati.
Rani kembali ke keluarganya yang sedang berbincang dengan para tamu.
"Ambu ayo kita Pulang.." ajak Rani.
"Baiklah..Mari kita pulang Bah.." Ajak Ambu pada Abah.
Sepanjang perjalanan Rani terdiam.
"Rani sepertinya umurmu sudah siap untuk menikah" ucap Tuan Ageng tiba-tiba.
"Apa?" Rani terkejut mendengar kata menikah.
"Abah sudah punya calon yang baik untukmu, Dia pemuda kota dan seorang Pengusaha." Ucap Tuan Ageng sambil terus menyetir.
"Rani belum siap berumahtangga Bah" Jawab Rani pelan.
"Kamu harus siap..Umur semakin tua..Abah ingin kamu ada yang menjaga selain Abah" Jawab Abah.
" Ya Sudah Terserah Abah.." Jawab Rani.
Mungkin dengan menikah Rani bisa sedikit mengobati Patah hatinya walaupun Rani tidak yakin dia bisa menerima cinta laki-laki selain Julian.
*****
Hari-hari berlalu, Julian dan Rani masih memendam rasa masing-masing.
Hari ini Julian bertemu sahabatnya Ardi.
"Tuan Julian apa kamu benar-benar lutus dengan Neng Rani? Kalian saling mencintai bagaimana bisa kalian bisa putus begitu saja?" Tanya Ardi Pada Julian.
"Dia wanita jahat, ternyata Dia pura-pura mencintaiku Ardi" jawab Julian emosi.
"APA? Gadis sebaik Neng Rani bisa seperti itu? Mustahil Tuan Julian" Ucap Ardi .
"Tidak ada yang mustahil, Keluargaku dan keluarganya bermusuhan sejak lama, Jadi Aku yakin ini untuk melukai Perasaanku untuk balas dendam" jawab Julian memandang Ardi tajam.
"Kapan Neng Rani memutuskanmu?"Tanya Ardi.
"Tepat setelah Dia kecelakaan" Jawab Julian.
"Tunggu..Bukankah itu ganjil, Kenapa tiba-tiba Neng Rani memutuskan kisah cinta kalian berdua" Ucap Ardi berpikir.
"Apa maksudmu?" Tanya Julian heran.
"Aku mendengar Neng Rani di Tabrak seseorang, Ada kemungkinan semua kejadian ini berhubungan dengan Kisah Cintamu dengan Neng Rani. Mungkin keluargamu tahu kamu berpacaraan dengan Neng Rani?" Ardi mencurigai sesuatu.
Tiba-tiba perasaan menyesal melukai hati Rani muncul, Kata kasar Julian kepada Rani saat acara pertunangannya. Julian berpikir mencari tahu tentang kecelakaan Rani.
Apa keluarganya ikut terlibat dengan Kecelakaan Rani agar Rani memutuskannya atau memang Rani benar-benar menyakitinya.
TBC...