Aku merindukanmu Rani..

1065 Words
Julian mulai mencari tahu kejadian Rani kecelakaan.Menurut saksi mata ada yang ganjil saat Rani terjatuh kejurang. Saat itu seorang warga melihat Rani ditabrak mobil dari belakang dan terjatuh. Tapi karena Buru-buru Saksi tersebut tidak bisa menolong, Saksi yang melihat kejadian tersebut heran saat mendengar Rani Jatuh ke Jurang karena jarak Rani di tabrak dan jurang cukup jauh. Mendengar penuturan saksi Julian yakin Rani sengaja dicelakai tapi masih bingung siapa yang melakukannya. Setelah kejadian kecelakaan Rani sekarang sulit di temui, Dia tidak bisa keluar rumah karena perintah Ayahnya. Hal tersebut menyulitkan Julian menggali informasi untuk mengungkap peristiwa Rani kecelakaan. Julian berpikir keras bagaimana caranya menemui Rani. Dia ingin bertanya dengan jelas kenapa Rani tiba-tiba memutuskan hubungaanya secara tiba-tiba. Julian di bantu Ardi mulai mencari informasi soal kecelakaan Rani. Ardi membawa seorang laki-laki bernama Maman seorang penjual baso keliling yang kebetulan lewat saat Rani kecelakaan. Ardi dan Julian duduk di Kios jualan Ardi agar tidak ada orang melihat pertemuan mereka. "Kang Apa benar Akang melihat kecelakaan Rani?" Tanya Julain pada Maman. "Iya Tuan muda, Waktu itu saya memang jauh dari tempat Neng Rani di tabrak dan saya tidak tahu kalau itu Neng Rani. Waktu itu sebuah mobil bagus warna hitam menabrak sebuah motor dan tak lama Pengendara motor itu membawa Neng Rani masuk ke dalam mobil. Kirain saya mau di bawa ke Puskesmas makanya saya gak bantuin..Eh..gak lama ribut Neng Rani jatuh kejurang" Maman Panjang lebar menjelaskan kepada Julian. "Baik Kang Nuhun..Atas Infonya"Ucap Julian. Maman keluar dari Kios Ardi meninggalkan Ardi dan Julian "Sekarang Aku yakin Rani ada yang menculik dan setelah itu dibuang kejurang"Ucap Julian mengambil kesimpulan. "Setahu saya yang punya mobil bagus di kampung ini hanya keluarga Tuan Julian dam Neng Rani, Jadi salah satu dari dua keluarga yang menyelakai Neng Rani" Tambah Ardi. Mereka berdiskusi untuk mengungkap siapa dibalik dalang penabrak Rani. Julian sangat menyesal berkata kasar dan bertunangan dengan Lisma. Julian mengatur siasat agar bisa menemui Rani. *** Keesokan harinya Julian keluar rumah pagi-pagi sekali menggunakan pakaian dan sepatu olahraga. "Lian..Tumben kamu Olahraga jam segini? Tanya Ambu nya Julian. "Iya..Ambu..sengaja Agak siang dikit biar keringatnya banyak..Lian pergi dulu Ambu" Jawab Julian meninggalkan Ambu nya. Biasanya Julian Keluar rumah saat Matahari belum muncul. Lian berjalan kaki dan menemui Ardi di warung kopi tak jauh dari rumahnya. Ternyata mereka sepakat menyamar jadi Montir servis mobil untuk masuk ke rumah Rani. Bekerja sama dengan bengkel biasa menservis mobil orangtua Rani. Julian berganti pakaian memakai seragam bengkel begitu juga dengan Ardi,Ternyata sangat mudah masuk kerumah Rani tanpa pengecekan dengan menggunakan penyamaran seperti ini. Saat sampai Julian pura-pura ke kamar kecil dan langsung menuju kamar Rani,Terlihat Rani sedang duduk didepan meja Riasnya. “Aku belum lapar Minah, Jangan paksa Aku untuk makan” Ucap Rani tanpa menoleh untuk mengetahui siapa yang masuk ke dalam kamarnya. “Rani Aku sangat merindukanmu” Ucap Julian memandang sosok Rani yang menggunakan pakaian tidur dengan rambut di gerai sebahu. Rani menoleh kaget mendengar suara yang dikenalnya. “Julian..Bagaimana kamu bisa da disini?” Rani tampak kaget dengan apa yang dilihatnya, Orang yang selama ini menyiksa bathin karena kerinduan yang tak terbalas. Julian berlari kecil dan memeluk Rani dari belakang, Sungguh Julian merasa Dunia ini seakan berputar saat Dia merasa Rani mencampakannya. “Aku sangat merindukanmu Rani,Maaf kan Aku karena berkata kasar padamu dan bertunangan dengan Lisma” Julian memeluk erat Rani yang hanya diam dengan perlakukan Julian. Rani teringat ancaman Tangguh padanya, membuat Rani berusaha melepas pelukan Julian. “Kumohon lepas, Untuk apa kamu kesini?” Rani berubah sikap menjadi sedikit kasar. “Aku tidak akan melepaskan nya, Aku tahu kamu masih mencintaiku Rani” Jawab Julian sambil terus memeluk Rani. Rani terus memberontak dan Julian melepas pelukan eratnya. Julian membalikan tubuh Rani dan sekarang mereka saling berhadapan. Julian langsung menarik dagu Rani dan mengecup lembut bibir merah muda Rani yang tipis. Plak… Sebuah tamparan mendarat di pipi Julian dan itu berhasil membuat Julian kaget dengan sikap Rani yang berubah menjadi kasar. Julian menarik kasar tengkuk Rani dan melumat kasar bibir tipis Rani tanpa mengindahkan tangan Rani yang terus memberontak memukul d**a Julian. Lumatan-lumatan berisi kerinduan yang memuncak membuat Julian gelap mata membuat Julian lupa dimana mereka berada. Julian terus melumat kasar bibir Rani dan sesekali menggigit agar Rani membuka mulutnya agar Julian dengan mudah mengoral lidahnya di dalam mulut Rani. “Akh..Lepas Lian..” Disela sela Ciuman panas Rani memohon Julian menghentikan lumatan yang membuat paru-paru mereka kekurangan oksigen. Julian menghentikan ciumannya dan menatap Rani yang terisak menangis. “Maafkan Aku menyakitimu rani, Aku sangat merindukanmu..sangat..” Julian mengusap Air mata Rani. “Aku mohon lupakan aku” Rani menatap memohon. “Tidak..tidak mungkin Rani..Aku tidak akan melepaskanmu..Kita saling mencintai” Jawab Julian terus menatap Rani. “Jangan bodoh Julian, Kita tidak mungkin bersama.” Ucap Rani sedih. “Apa karena itu kamu berbohong mengatakan Kamu mempermainkanku?” Tanya Julian. Rani terdiam tanpa bisa menjawab, Jauh didalam hatinya Rani masih mencintai Julian tapi Dia takut ancaman Tangguh. “Iya..Aku sadar kita melakukan hubungan terlarang Julian” Jawab Rani menundukan kepalanya menutupi kebohongannya. “Apa ada yang mengacammu Rani?” Julian bertanya tiba-tiba. Raut wajah Rani berubah menjadi sedikit pucat karena ternyata Julian sepertinya mengetahu Rani diancam. “Ti..dak..” Rani gugup menjawab pertanyaan Julian. “Apa karena kecelakaan itu maka sikapmu berubah Rani?Tanya Julian lagi yang membuat Rani gugup dan menggigit jari-jarinya. “Apa maksudmu, Itu murni kecelakaan karena aku tidak berhati-hati” Terlihat kegugupan Rani karna tidak terbiasa berbohong. “Bohong..Aku tahu semuanya dan sebentar lagi Aku tahu siapa yang mencelakaimu” Ucap Julain terlihat marah. Tak lama tedengar suara ketukan di luar kamar. “Neng Rani..sudah siang Ayo makan dulu..Neng Rani belum makan apapun dari pagi” Minah memanggil Rani. “Ba.baik..Minah Aku akan keluar” Jawab rani takut. Rani menatap Julian. “Kumohon pergilah, Aku takut seseorang memegokimu” Ucap Rani memohon. Julian mengerti dan membuka kunci pintu, sebelum keluar dari kamar Rani dia menengok kearah Rani. “Aku akan menemuimu besok malam dikamar ini, Jangan sampe kau mengunci kamar ini” Ucap Julian sambil keluar dan menutup separuh wajahnya memakai masker. Rani masih menatap pintu dengan tatapan kosong, Sungguh Rani sangat senang bertemu Julian lagi tapi disatu sisi rani takut Tangguh tahu semua ini. Rani keluar dari kamarnya dan saat melewati garasi rumahnya, Terlihat Julian menatapnya dan tersenyum manis kepadanya sambil memegang Ban Mobil. Rani menunduk malu dan sekaligus takut seseorang memergoki tatapan-tatapan cinta mereka. TBC...
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD