Lamaran Rani

860 Words
Semenjak kedatangan Julian ke Rumahnya kemarin malam, Rani sangat bahagia bercampur takut. Rani takut tangguh tahu kalau Dia dan Julian bertemu dan bahkan Julian tahu soal kecelakaan merupakan sabotase seseorang. Malam ini Julian berjanji akan datang dan tidak tahu seperti apalagi caranya Julian masuk. Rani tidak berani keluar kamarnya, menunggu gelisah dari sore sampe petang menjelang. Rani takut ada yang mengetahu Julian menyelinap masuk. Saat terduduk ditepi ranjang sambil melamun tiba-tiba ada suara ketukan dari luar. “Siapa itu?”Tanya Rani. “Saya Neng” jawab Midah diluar. Rani segera membuka pintu dan mempersilahkan masuk Midah. “Ada apa Midah?” Tanya Rani. “Ada yang datang Neng Rani, dan Abah menyuruh Neng Rani memakai pakaian terbaik karena katanya Tamunya ingin bertemu dengan Neng Rani” Ucap Midah. “Siapa?” Tanya Rani penasaran. “Nanti Neng rani tahu sendiri,Ayo cepat berganti pakaian” Ucap Midah tersenyum dan mendorong pelang Rani untuk segera kearah lemari baju. Rani segera mencari Dres yang belum lama dia beli dan menyisir rambut dan tidak lupa sedikit memoles wajah cantiknya. Dia segera keluar kamar karena penasaran dengan tamu yang akan menemuinya, Terlihat ada Sebuah mobil putih terparkir di garasi rumahnya membuat Rani semakin penasaran siapa sebenarnya yang datang. Sekarang Rani berada di ruamg tamu terlihat sepasang Laki-laki dan wanita paruh baya dan juga seorang laki-laki telihat seumuran Kakaknya Rani Markasih atau disebut Amar, Disebelah Abahnya duduk berseberangan “Rani perkenalkan ini Tuan Arman dan Nyonya Anita , dan ini Anakanya Yuda”Ucap Tuan ageng memperkenalkan tamu mereka. “salam Tuan, Nyonya dan Akang, Saya Rani anakanya tuan ageng” “Wah..Aslinya cantik sekali ya Pah,,” Ucap Nyonya Anita tersenyum melihat Wajah Rani yang cantik. “Iya Mah..Sepertinya cocok dengan Yuda”Ucap Tuan Arman sambil melirik pada Anaknya. Yuda tersenyum mendengar Papa nya menggodanya, Dilihat dari Yuda yang tak lepas mememandang Rani membuat semua orang di ruang Tamu yakin Yuda menyukai Rani yang hanya tertunduk malu. “Rani Ayo duduk” Ucap Tuan Ageng. Rani duduk di sebelah Tuan Ageng dan pembicaraan tujuan kedatangan tamu dimulai. “Maksud kedatang kami kesini untuk melamar neng Rani untuk Anak kami Yuda” Ucap Tuan Arman. Rani yang tadinya tertunduk malu, langsung mengangkat kepalanya karena terkejut dengan perkataan Tuan Arman. Rani yang lagi kasmaran kepada Julian sangat terkejut dan sekaligus sedih dikarenakan Orangtuanya tanpa persetujuannya menjodohkannya dengan Yuda yang tak lain Orang asing bagi Rani, Rani yang hanya seorang anak gadis penurut sulit membantah keinginan kedua orantuanya yang segera menikahkanya. “Baik Tuan Arman saya turut senang mendengar Tuan Arman ingin menjadikan putri saya menjadi menantu Tuan Arman menjadi suatu kebanggaan untuk keluarga saya menjadi besan dengan Keluarga Tuan Arman” Jawab Tuan Ageng antusias. “Bagaimana Rani dengan rencana ini, Apa kamu senang?” Tanya Tuan Ageng kepada Rani. Rani hanya bisa menunduk dan menangguk pelan, Bingun dengan situasi yang mengbingungkan menurutnya saat ini. Dia tidak ingin membuat keluargnya malu dengan menolak perjodohan ini tapi disatu sisi Rani juga sedih dikarenakan dihatinya hanya ada Julian Perbincangan Dua keluarga sampai pada menentukan acara pertunangan dan acara pernikahan Rani dan Yudha. Pertunangan akan dilakuakan bulan depan dengan acara meriah. Rani hanya tertunduk dengan pikiran dan hati yang tak menentu, entah kenapa seakan kebahagian tidak berpihak kepadanya, Kisah cintanya dengan Julian sepertinya hanya cerita singkat dalam hidupnya membuat dia bahagia sesaat. Setelah pembicaraan tentang rencana pertunangan dan pernikahan Rani dan Yudha akhirnya keluarga Pak Arman berpamitan, Rani ikut pamit kekamar karena merasa lelah. Sampai dikamar ternyata ada Julian menunggu. “Rani” Julian berlari ke Rani dan langsung memeluknya, Rani hanya terdiam, Kedatangan Julian memang membuatnya senang sekaligus bingung mengatakan apa saja terjadi. Dia baru saja dilamar oleng orang asing dan Rani sulit mengataka yang sebenarnya. “Apa kau tidak senang bertemuku Rani, Aku sangat merindukanmu” Ucap Julian hanya terdiam bingung melihat Rani yang hanya terdiam dengan kedatanganya. “Aku senang, Tapi ada yang harus kita bicarakan” Ucap Rani sambil terduduk di samping Ranjang. “Apa karena pertemuan tadi? Apa tadi seseorang yang akan melamarmu?”Tanya Julian tenang. “Dari mana kamu tahu?” Tanya Rani terkejut mendengar Julian tahu tentang pertemuan tadi. “Aku tahu semua tentangmu sayang.. Aku yakinkan pernikahanmu hanya denganku” Ucap Julian tersenyum percaya diri. “Jangan terlalu berharap Julian keluarga kita akan menentangnya, Apalagi keluargamu pasti tidak akan menyetujui anak satu-satunya menikah dengan keluarga yang sudah lama menjadi musuhnya” Ucap Rani sedih. “Aku tidak peduli, Aku ingin kamu menjadi milikku” Ucap Julian dengan wajah serius menatapa rani didepannya. “Aku tidak bisa menikah dengamu Julian, Banyak alasan kenapa Aku tidak bisa menikah denganmu tapi Aku tidak bisa mengatakan semuanya” Ucap Rani. “Aku tahu kecelakaan yang terjadi padamu semua dalangnya adalah keluargaku Rani, maafkan Aku” Ucap Julian yang mengejutkan Rani. Julian mendekati Rani dan duduk di sisi ranjang dan dengan lembut Julian menyentuj pipi bersih Rani dan memanandangnya penuh Cinta. “Aku tahu bagaimana caranya Orangtua kita mensetujui hubungan kita rani” Ucap Julian tanpa melepaskan tangan kanannya menyentuh Pipi Rani. “Bagaiamana caranya?” Tanya Rani bingung. “Kau mengandung anakku dan Aku akan bertanggung Jawab” Ucap Julian mengejutkan Rani. TBC..
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD