Tidak mungkin ada dua hati dalam satu raga. Dirga baru saja selesai kuliah paginya, dia menatap beberapa buku yang dia bawa. Dia sangat menyukai pelajaran hari ini. Baru saja Dirga akan membuka pintu apartemennya, tiba-tiba hatinya gelisah mengingat Elsa. Gadis yang dia puja, gadis yang sangat dia cintai. Elsa Pramesti Wulandari. Ada sesuatu yang mengganjal hatinya, dia tak tau kenapa namun sangat gelisah sampai membuatnya kalang kabut. Dirga membuka tergesa-gesa masuk ke dalam apartemen. Dia merogoh saku handphonenya dan melakukan panggilan luar negeri, menelpon Elsa namun sama sekali tidak ada jawaban. Dia merasa ada yang tidak beres. Dirga menelpon ibunya, meminta tolong ibunya memastikan keadaan Elsa. Jawaban ibunya hanya menyuruh untuk Dirga tenang dan fokus dengan kuliahnya. Dirga

