Entah hanya firasat Calista saja atau bagaimana, dia melihat wajah Adipati yang sangat menghkhawatirkan sesuatu, tersirat di wajahnya dia memikirkan seseorang. Matanya nampak gelisah, bahasa tubuhnya mengatakan dia sedang tidak baik-baik saja. Calista mulai curiga apa yang sebenarnya terjadi. Diam-diam dia mengambil handphone dari saku Adipati jasnya, mencari recent call lalu menyalin nomor telepon itu, nomor telepon milik Arsein. Calista lalu mengetikkan pertanyaan, 'Ada apa dengan perusahaan? Saya Adipati, ini menggunakan nomor supir.' Tak lama ada balasan masuk, 'Tidak ada apa-apa Pak, hanya saja ibu Elsa tidak masuk selama tiga hari.' Elsa? Siapa gadis itu? Batin Calista. Seketika wajah Calista nampak murung, kenapa Elsa begitu berharga sampai dicari oleh Adipati dan para karyawan

