Dirga tidak mau Anya berharap lebih, dia memilih untuk diam. Lain halnya dengan Anya, gadis itu malah mengangggap Dirga pemalu. Anya terlanjur berharap kepada Dirga. Dia telah menganggap Dirga memiliki perasaan yang sama karena bahkan dia mau menjemputnya untuk makan pagi bersama. Sesampainya di restoran, Dirga membuka pintu mobil, Anya merasa ada yang janggal. Wajah Dirga tiba-tiba berubah menjadi dingin dan cuek. Entah kenapa Anya malah menganggap Dirga sedang buruk moodnya. Dia menangkup wajah Dirga, mata mereka saling bertemu. Tangan Dirga menahan pintu mobil agar tidak tertutup. Anya masih duduk di kursi mobil, tangannya meraih wajah Dirga menatapnya lekat-lekat. Laki-laki mana yang tidak akan tergoda dengan Anya Faristya, cantik, cerdas dan memiliki mata yang indah. Satu-satunya l

