Bab 1,puncak Pedang Patah
Di Puncak gunung yang indah dan sejuk, seorang murid Dengan pakaian Hitam Duduk bersilah.rambutnya yang panjang terurai terkena angin dan matanya tertutup sebuah kain hitam. wajahnya tampan dan putih seputih giok.
dia mengeluarkan sebuah seruling dari cincin penyimpanan nya, ketika dia meniup seruling itu. angin berhembus pelan, daun daun berjatuhan seolah olah Mereka ikut menghayati Suara dari seruling yang di tiup oleh Fang Huang.
Fang Huang, Seorang murid puncak pedang patah, Murid utama dari seorang Wanita dingin Yang terkenal akan kecantikanya yang tiada tara. Qin Chuchu.
Feng Huang menghentikan tiupan seruling nya dan ia bangkit dari duduknya dan berjalan Menuju tebing yang di bawah sana terdapat sebuah air terjun yang sangat indah. ia bisa amelihat kalau burung bangau terlihat sedang mandi dan jika mencari ikan. kemudian ia menatap langit dan memejamkan matanya.
"Sudah 1 tahun aku masuk ke dalam novel ini, dan selama itu juga sistem belum juga muncul. aku memasuki tubuh seorang Pemuda yang bernama Feng Huang, Namun sayangnya dia adlah pewaris Penjaga alam kekosongan. hidupnya sudah di takdirkan untuk menjaga alam kekosongan, hah. sunggu lucu, takdir seolah mempermainkan ku. di dunia ku aku adlah orang yang menghabiskan hidupnya untuk bekerja dan akhirnya aku mati karna terlalu kelelahan, namun dewa mengirim ku kesini. menjadi seorang yang terkekang oleh takdir, haha"
Feng Huang pun menggelengkan kepalanya, Dia segera menuruni bukit itu dengan jalan kaki. jika di perhatikan dengan detail, Ketika Feng Huang berjalan melewati rumput hijau dan bunga yang cantik. mereka tampak sedikit layu. energi Feng Hau sendiri merupakan Energi Kehampaan, energi yang tak terikat oleh Waktu dan tak terikat oleh Aturan.
Di perjalanan, Feng Huang bertemu dengan sesama murid yang memang sedang berjalan jalan.
"senior Feng, semoga harimu mencerahkan"
"Senior Feng, saya baru melihat mu menuruni gunung. apakah kamu mengalami sebuah kesulitan? "
"Senior feng,.. "
Feng Huang yang mendengar kan itu hanya tersenyum tipis, Ia tetap berjalan dengan tenang.
Murid murid dari Akademi Jiama sangat menghormati Feng Huang, Meskipun Feng Huang sangat kuat, namun Feng Huang tidak pernah Menindas mereka yang lebih lemah. Bahkan Dengan Kekuatan Feng Huang saat ini, tidak perlu berjalan kaki untuk pergi ke suatu tempat. langsung terbang saja, nun Feng Huang berjalan kaki untuk menuju Tujuannya. sungguh kakak senior yang patut di contoh.
"Fuuh,Entahlah.apa yang harus aku lakukan? apakah aku harus bunuh diri? aku hanya ingin bersantai, Aku tidak ingin Menjadi Penjaga Alam Kekosongan. apa gunanya menjadi kuat nun tidak bisa menikmati hidup? Aku sudah mencoba semua cara agar aku bisa menghancurkan energi Al kekosongan. namun tak peduli seberapa hancurnya itu. mereka tumbuh dengan sangat cepat. "
ketika Feng Huang sibuk dengan pikiranya, token kayunya bergetar dan bersinar, dan setelah itu terdapat sebuah tulisan untuk semua murid Akademi Jiama Segera Berkumpul Di Alua Tengah.
murid murid yang sebelumnya berniat menuju puncak mendadak mereka terbang menggunakan energi sepi ritualnya, ketika mereka terbang, mereka sekali lagi menyapa Feng Huang. dan Feng Huang hanya menganggukkan kepalanya dengan sedikit tersenyum.
Feng Huang tak perduli dengan itu, selama setahun ini, ia tak pernah turun gunung, ia bahkan belum pernah bertemu dengan gurunya hanya untuk menenangkan pikiranya.
cukup lama Feng Huang Menuju Ke Aula Tengah dan kini Feng Huang sudah melihat ratusan Murid dari Akademi Jiama berkumpul. tak peduli Mereka murid liar ataupun murid dalam, mereka berada di sana semuanya.
ketika Feng Huang mendekat semua murid segera membisikkan Sesuatu mengenai Feng Huang.
"Murid memberi salam kepada Guru" ucap Feng Huang kepada seorang wanita cantik yang paling menonjol di sana, perempuan itu begitu memukau, tubuhnya sangat sempurna, kulitnya putih seputih salju dan matanya tajam setajam pedang yang telah di asah selama ratusan tahun. perempuan itu mengenakan sebuah cadar berwarna senada dengan pakaianya.yaitu Merah apel.
Qin Chuchu menatap muridnya itu, sudah satu tahun ketika muridnya ini meminta izin untuk mengasingkan Dirinya di puncak pedang pata.ada sebuah tatapan yang tak bisa di jelaskan. bagaimanapun juga Dia sebagai gurunya tau apa yang sedang di alami oleh muridnya, menjadi pewaris alam kekosongan sangat membuat Muridnya ini tertekan setiap hari. meskipun begitu, Feng Huang bersikap tidak terjadi apa apa jika Di depan Nya ataupun murid murid lain. namun Dia tau kalau Feng Huang tidak menginginkan hal ini.
siapa yang ingin menjadi Penjaga kekosongan? meskipun sangat kuat namun tetap saja mereka tidak bisa meninggalkan tempat mereka.
"Feng Huang, bagaimana ke adaanmu? " ucap nya dengannya nada dingin, namun jika di bandingkan dengan nada ketika ia berbicara dengan orang lain. nada ini terdengar sedikit lebih hangat.
Feng Huang hanya menggelengkan kepalanya sebentar dan tersenyum.
melihat hal itu, seorang perempuan di barisan depan tak kuasa menahan keingin tahunnya kepada temanya.
"Xiau Da, kamu mengetahui siapa pemuda itu? " ucap seorang gadis cantik yang memiliki penampilan menarik, tubuhnya berisi dan kulitnya seputih Giok. dia adlah Murid Baru Dari Sekte Jiama dan dia adlah murid dalam, Linger. yah memang seperti itu, jika kamu berasal dari kluarga besar maka kamu akan memiliki nasib yang baik, apalagi Bakat Linger memang bagus, mengingat dia adlah Nona muda dari Klan Phoenix.
Xiau da menatap Feng Huang yang saat ini terlihat mengobrol dengan Qin Chuchu. master Puncak Pedang patah.
"Dia adlah Feng Huang, murid Langsung dari Guru Qin Chuchu. bakat berpedang nya tiada tara dan yang paling penting. Feng Huang sangat di gemari setiap murid Di Akademi Jiamah." ucap Xiau Da
"lebih kuat mana antara kamu dan dia? " ucap Linger
"entah lah, terakhir kali kita bertemu waktu Kompetisi Antar puncak. waktu itu aku masih di Core Formation tahap awal, dan dia sudah di tahap Menengah. sekarang aku berada di Nascent Soul Tahap Awal. mungkin dia satu tingkat di Atasku" ucap Xiau Da
Seorang pemuda dengan pakaian yang terlihat sederhana mendengus kesal ketika mendengar pernyataan dari Xiau Da.
"hemm, hanya segini jenius nomor satu dari Akadmei Jiama. Linger, Xiau da. lihat saja, dalam waktu satu tahun. aku akan melampaui jenius itu. " dia adlah Zhau Fan. seorang pemuda yang tidak memiliki orang tua, Mereka bertemu secara tak sengaja ketika Xiau da sedang menjalankan misi.
dan akhirnya mereka menjadi dekat, selama pendekatan itu juga Xiau Da tau kalau Zhau Fan sangat kuat meskipun ranahnya terbilang cukup rendah. Zhau fan bisa bertarung dengan seimbang melawan musuh yang ranah kultivasi nya di atas tanah Zhau Fan.
"hemm, sombong. ingatlah utnuk menyempurnakan Pil roh untukku. " ucap Xiau Da.
"emm, Zhau fan Sudah berjanji namun sampai saat ini dia bahkan belum membuatkan pil untukmu Xiau Da. "
Zhau fan yang mendengar itu hanya tersenyum tipis dan menggaruk kepala nya yang tidak gatal dan berkata"hehe, senior. besok, aku baru saja mendapatkan bahan terakhirnya "
Xiauda hanya memutar matanya malas.
jdarrrr.
jdarrr
petir menyambar dengan ganas, langit di atas nampak robek menampilkan warna gelap yang berarti itu adlah ruang waktu. perlahan, seorang Pria tua muncul, pria tua itu berjalan di atas udara kosong.
setiap pijakanya membuat udara di sekitarnya pecah, setiap pijakanya membuat seolah olah dunia bergetar.
setiap pijakanya meninggalkan Ruang pecah seperti kaca yang pecah.
dia adalah Keuta Dari Akademi Jiama. Ya Lau. seorang kultivator yang saat ini menyentuh Tribulation Crossing.
di bawah, semua murid tertekan dengan kehadiran yalau,berbeda dengan Feng Huang yang segera menyelimuti dirinya dengan energi kehampaan yang tak bisa di lihat dengan mata telanjang.
"Salam Kedapa Tetua Yalau, semoga Panjang umur" ucap seorang pria dari puncak Musim Embun dan di ikuti oleh para master puncak lainya dan setelah itu oelh para murid murid.
Ya Lai melambaikan tangan nya, Matanya menatap Feng Huang, Ada perasaan aneh ketika melihat pemuda yang dulunya dia temui ketika dirinya sedang berlatih di luar.
saad itu yalau belum menyentuh Tribulation Crossing, dan Feng Huang tidak memiliki Basis Kultivasi, meskipun begitu Feng Huang snahat aneh. kemanapun Feng Huang pergi, monster tingkat tinggi bergetar ketakutan tak berani mendekati Feng Huang.
Yalau yang melihat itu terkejut dan secara tak sengaja ia melihat laut spiritual milik Feng Huang dan ternyata laut spiritual Feng Huang berbeda dengan manusia pada umumnya.
lautan Spiritual Milik Feng Huang sangat gelap dan dingin, Aneh dan Ya Lau merasa kan Teror yang hebat. hingga ia akhirnya tau kalau Feng Huang adlah pewaris penjaga Kekosongan.
saat itu juga, Ya lau merawatnya dan mengajari cara bertarung dan ber kultivasi, Setelah Umur Feng Huang 11 tahun, Ia menitipkan Feng Huang kepada Qin Chuchu, master Puncak Pedang patah. dan sudah 8 tahun sejak ia meninggalkan Feng Huang, Dan Feng Huang sudah menyentuh Soul Formation tahap Menengah.