Waktu sudah menunjuk angka tujuh pagi ketika Sera membuka matanya perlahan. Sinar matahari pagi yang lembut menyelinap melalui celah-celah tirai, menyapu permukaan kamar dengan kehangatan yang menenangkan. Namun, ketenangan itu segera pecah ketika matanya menangkap sosok yang berdiri tegak di ujung tempat tidur. Sera terlonjak, tubuhnya tegang. "Aaa!" serunya, terkejut bukan main. Di hadapannya, Dante berdiri dengan wajah dingin tanpa ekspresi, mengenakan seragam serba hitam yang tampak sangat pas di tubuhnya. Kemeja hitam yang dia kenakan dilipat hingga lengan, memperlihatkan tangan yang kuat namun indah, menambah kesan misterius pada pria itu. “A—apa yang sedang kau lakukan di sini?” tanya Sera masih terkejut. Suaranya sedikit gemetar, mencerminkan kebingungannya atas situasi ini

