Sera menganggukkan kepalanya, tatapannya terpaku pada wajah Dante yang tajam, seakan-akan setiap detik yang berlalu menyisakan jejak keraguan dan keyakinan yang saling beradu di dalam hatinya. "Ya. Aku … betah tinggal denganmu," bisiknya, suaranya hampir tenggelam dalam deru halus angin malam. Namun, di balik kata-kata itu, ada sesuatu yang disembunyikan, sebuah rasa malu yang perlahan merayap ke pipinya. Sera tahu, jika ia mencoba berdusta, Dante pasti akan menangkapnya dengan cepat, seperti elang yang mengawasi mangsanya dari kejauhan. Tidak, ia tidak bisa berbohong pada pria itu—pria yang begitu mengenalnya, bahkan lebih baik daripada dirinya sendiri. Dante, mendengar pengakuan yang keluar dari bibir Sera, terkekeh pelan. Ada sesuatu yang menyeruak dari balik senyumannya, sebuah

