Bukan Tipeku

1678 Words

Malam itu, atmosfer di ruangan tempat Rose berada terasa lebih tegang daripada biasanya. Angin malam yang menerobos masuk melalui celah jendela membuat tirai sedikit berkibar, memberikan kesan seolah ada sesuatu yang tak diinginkan akan segera terjadi. Dante mengetuk pintu dengan lembut, kemudian menunggu beberapa saat sebelum Rose membuka pintu dan menaikkan alisnya. "Kenapa kau ke sini, Dante?" tanya Rose, nada bicaranya sedikit mengejek. “Bukankah James sudah kembali dari liburannya? Dan aku dengar anak buahnya memberikan kabar buruk padanya.” Senyum sinis tersungging di bibir Rose. Dia tak perlu menyaksikan langsung untuk bisa membayangkan betapa murkanya James saat ini. "Pasti wajahnya merah padam, ya?" lanjutnya sambil tertawa kecil, menikmati bayangan betapa frustasinya pria tu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD