Seperti Pernah Melihatnya

1295 Words

Pagi yang cerah tak terasa indah di mata James. Amarah yang membara di dadanya membuat suasana di dalam kantor terasa menegangkan. Pria tua dengan rambut memutih itu berdiri di depan jendela, memandang kota yang ramai di bawahnya, namun pikirannya jauh dari pemandangan itu. Wajahnya yang keras memancarkan kemarahan yang siap meledak kapan saja. Kabar kegagalan anak buahnya masih bergema di telinganya, seperti ejekan yang terus-menerus menghantui. Brak! Tangan James menghantam meja dengan keras, membuat beberapa berkas terlempar ke lantai. Roberto yang berdiri di depannya hanya bisa menunduk, tak berani menatap mata majikannya. “Kenapa malah ketahuan oleh Rose? Apa yang kau lakukan, Roberto?” James memekik dengan suara penuh amarah. Matanya menyipit tajam, seakan bisa membunuh siapa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD