Tidak kembali

1571 Words

Hujan deras yang mengguyur pagi itu seakan menjadi saksi bisu atas amarah yang berkecamuk di d**a Dante. Ia duduk di antara dua makam yang begitu akrab baginya—makam ayah dan ibunya. Kepala Dante tertunduk, dan wajahnya memerah akibat tangis yang tak mampu ia tahan lagi. Sakit, pedih, dan amarah bercampur menjadi satu di dalam dadanya. Selama bertahun-tahun, Dante terus bertanya-tanya, mencari alasan mengapa James begitu bernafsu untuk memburu ayahnya, bahkan menghancurkan keluarganya. Dan kini, kebenaran telah terungkap—lebih pahit dari yang pernah ia bayangkan. Tangannya mengepal erat, otot-ototnya tegang, seolah ingin melepaskan segala amarah yang ia simpan selama ini. Matanya menatap tajam ke depan, namun pandangannya terasa buram oleh air mata yang bercampur dengan air hujan. "K

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD