Akan Menibas Lehernya

2187 Words

Pagi itu, suasana di ruang makan terasa tenang, diwarnai dengan aroma segar roti panggang dan kopi yang baru diseduh. Sinar matahari yang lembut menerobos melalui jendela besar di ujung ruangan, menciptakan bayangan keemasan yang hangat di lantai kayu. Jam di dinding menunjukkan pukul tujuh pagi, saat Dante dan Sera duduk berhadap-hadapan, menikmati sarapan yang telah tersaji di meja besar yang megah. Dante, dengan gerak lambat dan tenang, memotong roti panggangnya dan melumuri selai karamel favoritnya. Sesekali matanya melirik Sera, yang tampak sibuk dengan oatmeal di depannya. Namun, ada sesuatu dalam tatapan Sera yang membuat Dante merasa ada yang mengganjal di pikirannya. “Apakah ada yang kau pikirkan?” Dante memulai, suaranya terdengar dalam namun lembut, nyaris seperti desahan.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD