Waktu telah menunjuk angka sembilan malam. Hujan rintik-rintik yang turun sejak sore masih belum berhenti, membasahi kaca jendela besar mansion milik Dante. Cahaya temaram dari lampu gantung yang bergelantungan di langit-langit memberikan kesan mewah, namun tak dapat mengusir kesunyian yang merambat masuk. Aroma lilin lavender samar menguar di udara, bercampur dengan wewangian bunga dari taman luar yang tertiup angin dingin malam hari. Dante baru saja tiba di mansion, tubuhnya masih terasa dingin oleh udara malam yang mengigit. Jas hitamnya melekat sempurna di tubuh tegapnya, namun wajahnya terlihat letih, seolah beban berat menggelayuti pikirannya. Langkah kakinya terdengar tenang, namun berirama cepat, seperti ada sesuatu yang mendesaknya. Sera duduk santai di sofa ruang tengah,

