Jangan Sampai Terluka

1266 Words

Pagi berikutnya, udara segar dan matahari lembut menyinari halaman belakang yang luas. Hamparan rumput hijau tampak seperti permadani yang digelar, membuat mata Sera segar melihatnya. Aroma tanah yang masih basah dan angin sepoi-sepoi menambah kenyamanan pagi itu. Dante dan Sera berjalan beriringan, kaki mereka bergerak pelan di atas rumput yang seolah berbisik di bawah langkah-langkah mereka. “Tempat ini luas sekali,” gumam Sera, matanya masih mengagumi pemandangan di sekitarnya. Ia menoleh ke arah Dante, yang pagi itu mengenakan kaus T-shirt putih dan topi ala pemain golf pada umumnya. Penampilannya begitu santai, namun tetap memancarkan aura yang berwibawa. Dante hanya tersenyum, lalu mengulurkan sebuah stik golf ke arah Sera. "Pernah bermain golf?" tanyanya dengan nada santai, na

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD