Aku melenguh pelan begitu merasakan ada yang menepuk pipiku,mataku mengerjap pelan, dan menemukan Daffin yang posisinya begitu dekat denganku. "Udah sampai ya." "Turun!" Daffin memerintah dengan muka datarnya, padahal tadi berlaku begitu manis, kenapa sekarang begini. "Daf, ngantuk banget. Pingin digendong." Aku merentangkan tangan kearah Daffin, memberinya kode untuk menggendongku, dan pada akhirnya .... Braakk!! Aku sedikit terlonjak begitu dia malah menutup pintu mobil dengan keras. Ckckck, nggak ada perasaan sama sekali. Ya udah, nggak apa-apa, setidaknya hari ini dia sudah membuatku senang. Aku ikut keluar dari dalam mobil, menyusul Daffin yang sedang mengeluarkan belanjaan. "Kamu tunggu di sini, aku mau parkir mobil." Aku mengangguk dengan mata yang setengah ngantuk. Benar-be

