Sejenak Bahagia 2

2149 Words

Happy reading cintah Aku sampai dirumah setelah adzan dzuhur. Sandra langsung ngajak pulang begitu apa yang di pesan di cafe itu habis. Katanya dia nggak tega kalau ngajak aku main lagi sampai sore, setelah insiden mual tadi. Ada-ada aja sih dia. Tapi ... aku jadi kepikiran sama ucapan dia. Apa mungkin bibit Daffin udah ada yang tumbuh dalam rahimku? Kalau emang iya berarti sekarang aku harus lebih ektra siaga dari sebelumnya. Aku tersenyum sambil meraba perutku. Membayangkan kalau seandainya memang benar didalam sana ada si hemat mini. Cklek! Aku menoleh ke sumber suara. Menemukan Daffin yang sedang membuka pintu dan tatapannya menghujam ke arahku. Tatapan Daffin itu sebenarnya agak tajam emang. Mana posisiku sekarang sedang berdiri memegang perut lagi. Daffin masih menatap ke arahk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD