Tak Sekuat Adriani

1510 Words

Aku berangkat ke kampus udah hampir siang. Pekerjaan rumah baru selesai semua soalnya, aku kira bisa menyelesaikannya dengan cepat, tapi ternyata enggak. Tadi juga sekalian membersihkan rumah, takutnya nanti keluarganya Daffin bakal mampir, dan kalau mama sampai tahu tempat tinggal anak lelakinya tidak bersih, rapi, maka semakin buruklah aku di mata dia. “Aku belum beli sesuatu lagi buat Sandra sama Daffin.” Enaknya beli apa ya? Soalnya sebelumnya aku belum pernah ngasih sesuatu spesial buat siapapun. Maklum, dari dulu aku memang jomblo dan belum pernah memberikan atau di beri sesuatu spesial. Paling cuma bakso kantin, itu pun traktiran dari Sandra. “Tanya kakek google ah, aki-aki ini ‘kan, tahu segalanya.” Sambil menunggu angkutan, aku mengotak-atik ponselku, mencari tahu hadiah apa y

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD