hati yang gelisah

362 Words
"ya ampun bisa2 nya dia membawa kekasih nya kemari dasar Reyhan buaya buntung" "nyonya ada yang bisa saya bantu" "eh bi iyem tidak ada kok bi,,Oia bibi sedang apa bisa saya bantu"(tawarku memberikan sedikit bantuan) "eh tidak nyonya ini sebentar lagi sudah selasai kok,,nyonya duduk lah disini dulu apa nyonya sudah lapar,bibi baru seja membuat sup jamur apa nyonya mau mencoba nya" "mmm boleh deh bi kebetulan aku juga lagi lapar" "baiklah nyonya tunggu sebentar sya siapkan dulu,,silahkan nyonya" "mmm ini enak sekali bi apa bibi sendiri yang membuat nya"(tanyaku sedikit kepo) "iya nyonya jika nyonya menyukai nya nanti saya akan buat kan lagi.. "makasih ya bi,,Oia bi aku boleh ngga nanya sedikit aja tentang cewe berambut pirang itu"(tanyaku sedikit ragi) "oh itu nona lisa,,(aku melihat bi iyem sedikit ragu mengatakan nya) dia kekasih nya den Reyhan nyonya," deg seketika jantung ku berhenti berdetak dengan rasa penasaran ku aku trus bertanya soal hubungan Lisa dan Reyhan "oh..bi apa mereka sudah melakukan ehh mksd ku apa hubungan mereka sudah cukup lama"(tanya ku gelisan karna pikiran ku mulai melayang2) kau katakan saja bi aku siap kok mendengar nya "den reyhan dan non Lisa pacaran sudah 2 tahun kurang lebih dan non Lisa sering datang kesini etah hanya sekedar makan malam ataw...." (aku melihat bi iyem menjeda kalimat nya membuat ku tak sabar dan sedikit emosi) "katakan bi cepat" "ba..ba..baik nyonya terkadang non lisa menginap dan mereka tidur di kamar yang sama"(deg hati ku terasa hancur ternyata suami dadakan ku hanyalah seorang pria b******k dan sudah tidak tersegel lagi seketika darah ku mendidih dan ingin rasa nya mencincang mereka berdua) " ya sudah bibi sibuk lah aku mau istirahat dulu" saat aku keluar dari dapur aku tidak melihat dua cecunguk itu lagi pergi kemana mereka berdua itu sudah lah buat apa ambil pusing lagian dia kan hanya suami kontrk aku aja terserah dia mau apa kek bebas dan aku juga sama "rey kamu nakal"(rengek Lisa manja) "habis nya kamu selalu menggoda ku"(hhh dasar dua manusi tak tau diri dan tak tau malu) aku pun memutuskan untuk berjalan jalan di taman dan siapa sangka aku bertemu dengan seorang pira yang tidak sengaja menabrak ku dengan sepeda
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD