“Drystan bangun.” Drystan menggeliat dan merentangkan kedua lengannya lebar-lebar. Edward mengaduh karena wajahnya terkena telapak tangan Drystan yang tentu saja langsung membuat Drystan terkejut dan otomatis membuka matanya lebar-lebar. “Edward, kenapa kau tidur di sini?” “Tentu saja karena kau terlelap dan menarik-narikku sembari mengatakan ‘jangan pergi’. Kau pikir aku akan tega meninggalkanmu yang sesenggukkan di dalam tidurmu begitu saja?” Wajah Drystan memanas. Ia ingat mimpinya semalam tentang apa. Di suatu malam entah di mana, ia melakukan kesalahan yang membuat Edward kehilangan kepercayaan kepadanya. Pria itu begitu marah pada Drystan dan benar-benar enggan untuk mengenal Drystan lagi. Drystan sangat sedih dan berusaha menjelaskan segalanya, tetapi Edward sudah tidak mau mend

