Darren memang berpikir bahwa Daniel pasti datang ke tempat itu sesuai dengan waktu yang ia perkirakan. Berhubung Reiner menerima panggilan telepon dari Damian dan mengatakan bahwa mereka sebenarnya sudah tahu dengan rencana itu. Hanya saja, melihat Daniel tepat di depan wajahnya hanya sesaat setelah Darren menginjakkan kaki ke dalam gedung rasanya mengejutkan juga. Bersikap tenang adalah keahliannya, tetapi menghadapi Daniel yang notabene dahulu adalah teman dekatnya cukup untuk menggoyahkan ketenangan di batinnya. “Kau terkejut, huh?” Tanya Daniel sembari terkekeh pelan. Ia berdiri, mendekat ke arah Darren dan hendak menyentuh rambutnya seperti yang sering ia lakukan dahulu. Spontan, Darren menepis telapak tangan Daniel bahkan sebelum telapak tangan itu sempat menyentuh rambutnya. Dani

