rejected truths

2186 Words

Pesta itu baru benar-benar berakhir saat dini hari. Pelayan-pelayan Red Hand sedang membersihkan sisa pesta ketika Drystan keluar dan bernapas lega karena bisa menghirup udara bebas dari orang-orang asing sejak tadi. "Kau ingin tidur di sini saja atau kembali ke markas?" Drystan berjengit kaget ketika mendengar suara Darren yang tiba-tiba datang. Wajah kakaknya itu sama sekali tidak berubah, masih segar seolah  pesta melelahkan tadi bukanlah apa-apa baginya. Padahal Drystan melihat kakaknya berbicara banyak hal nyaris ke semua tamu yang datang. "Darren, boleh aku meminta izin padamu?" Kening Darren mengerut, cukup terkejut karena mendengar Drystan meminta sesuatu padanya. "Tidak biasanya. Ada apa?" "Aku ingin bertemu dengan Edward." "Tidak." "Aku tidak berniat untuk tinggal denganny

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD