a woman

1042 Words

Edward begitu fokus menatap wajah Drystan sembari merenungi beragam kejadian yang sudah berlalu antara dirinya dan Drystan. Ada banyak hal yang terjadi di antara mereka, dan anehnya Edward ingat segalanya. Dia masih saja memejamkan mata, dan Edward sangat berharap pemuda itu segera bangun dan mengumpatinya seperti biasa. Orang-orang memang selalu seperti itu. Merasa risih dan terganggu dengan orang lain ketika selalu bertemu, tetapi kemudian merasa rindu dan ingin bertemu ketika orang itu tidak ada. Edward tidak ingin sok melankolis. Bukan karakternya menjadi pria dramatis. Ia terlalu datar untuk mengungkapkan apa yang ia rasakan secara gamblang, dan ia sendiri sebenarnya tidak terbiasa. "Jika kau bangun, aku akan mengizinkanmu untuk mengumpat padaku sesekali. Aku tidak akan memarahimu.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD