-happyreading-
Aya menyeka keringat yang mengalir di pelipisnya, sesekali ia memejamkan matanya yang terasa perih karena terkena asap sambil membolak-balikkan jagung yang bakarnya.
"Aduuhhh, degem-degem buruan yaa bakar jagungnya, babang tamvan lavar iniiiiiiiii!!," pekik Aca yang sedari tadi memegangi perutnya.
Pletakk
Rival menjitak kepala Aca "Alay najis,"
Tak menghiraukan ucapan Rival, Aca justru menundukkan kepalanya "Sabar ya cing, gue bakal ngasih lo pada makan kok, jangan nendang-nendang perut gue ya, mwahhhh," ucapnya sambil mengelus perutnya.
"Ra, kok lo mau sama remahan kerupuk kaya Kak Aca?," Dilta mendekatkan bibirnya ke telinga Ara "Lo ga di peletkan?," tanyanya sambil berbisik namun masih bisa di dengar oleh Aca karena ia berada di sebelah Ara.
Ara terkekeh "Gue malah terhibur sama sikap dia yang kayak gitu,"
Aca menunduk lagi "Sabar nak, tunggu Tante Aya sama Tante Valerie lagi bakar jagungnya," ia kembali mengelus perutnya, sepertinya ia benar-benar lapar. Bagaimana tidak, tadi sore ia di suruh mencari kayu bakar untuk persiapan api unggun malam ini.
Aldo bergidik jijik melihat teman somplaknya ini "Lo hamil?," ia menunjuk perut Aca "Anak siapa?,"
Aca berdiri dan berjalan menuju ke arah Aldo dengan raut wajah yang ia buat sesedih mungkin "Aku hamil sama abang, masa hamil sama setan," ia menarik lengan Aldo "Aku hamil sama abang, masa hamil sama sil---," ucapannya terpotong saat seseorang menghampiri mereka.
"Hai, Angga!," ucapnya langsung duduk di samping Angga dan menyenderkan kepalanya di bahu Angga.
Aca memutar bola matanya "Yah, silumannya dateng beneran," ketusnya di sambut gelak tawa beberapa orang yang ada disana.
"Mata lo biasa aja, muka lu jadi kek momo," ucapnya lagi ketika cewek itu memelototkan matanya.
"Apaan sih lo?! Sok gan---,"
"Udah jan bacot Be, makan nih guys udah pada laparkan?" Rival datang sambil membawa piring yang berisi beberapa jagung, fyi Be itu CABE ya.
Mereke semua bersorak dan mulai memakan jagung yang ada dipiring itu, termasuk Aya yang sudah duduk disamping Ara. Aya memakan jagungnya dengan lahap, matanya terus menatap Jesika yang bergelayut manja di tangan Angga. Entahlah, ia merasa gerah dan sakit dihatinya ketika melihat pemandangan itu.
"Mata lo biasa aja anjir, lo cembukur?," tanya Ara yang melihat ekspresi tak enak di wajah Aya.
Aya terkekeh sinis "Cemburu?," ia memutar bola matanya "Ga guna!,"
'Cabe banget sih si Jesika'
Angga menghela nafas pasrah, ia sudah berulang kali menepis tangan Jesica yang bergantung di tangannya, namun gadis itu terlalu keras kepala dan akhirnya kembali bergelayut di lengannya.
Angga menatap Jesika "Jes gue mau nanya boleh?," ucapnya dengan nada yang lembut mampu membuat orang-orang yang ada di sana cengo, pasalnya Angga sangat jarang berbicara lembut apalagi kepada Jesika.
Jesika mendongak dan tersenyum senang "Mau nanya apa honey?," tanyanya dengan suara yang mampu mengocok perut Aya.
"Lo monyet? Kok gantung mulu di tangan gue?," tanya dengan wajah yang ia buat sepolos mungkin dan itu mampu membuat semua orang tertawa.
Aca tertawa sangat keras memegangi perutnya yang terasa sakit karena kebanyakan tertawa, ia menyeka air mata yang berada di ujung matanya "HAHAHA MO TO THE NYET," ia menoleh ke arah aldo "MONYET!," teriak mereka berdua sambil menunjuk Jesika yang wajahnya sudah memerah karena malu.
"Buset Ngga, lo sekali ngomong nyelekit banget anjir," ucap Rival yang juga tertawa.
>~truth or dare kuy!," seru Dino salah satu anggota osis yang sudah jengah melihat beberapa murid sibuk dengan dunia mereka sendiri.
"KUY!!," seru mereka semua termasuk Aya.
Akhirnya mereka pun berjalan ke arah api unggun dan duduk mengelilinginya. Dino menghampiri mereka, ditangan kirinya laki-laki itu memegang botol kaca yang entah ia dapatkan darimana.
"Oke, gue bakal putar botolnya dan kalo ujung botol ini berhenti disalah satu antara kalian, berarti kalian yang bakal dapat truth or dare dari gue paham?," tanyanya seraya duduk di samping kembarannya yang bernama Dini.
Mereka semua mengangguk paham, Dino pun langsung memutar botol itu. Suasana menjadi tegang ketika menunggu botol itu berhenti, pasalnya jika Dino yang memberikan pertanyaan atau tantangan itu pasti selalu extreme.
Pernah saat ia bermain TOD bersama anggota osis, ia memberikan dare kepada Chandra, murid kelas 12 yang sudah lulus untuk memakan garam 1 sendok makan dan alhasil laki-laki itu masuk rumah sakit.
Oke back to the topic, mereka semua menunggu dengan cemas dan berharap botol itu tidak berhenti di mereka, berbeda dengan Angga yang hanya menatap botol itu tanpa minat. Putaran botol itu semakin pelan dan
"Farel!!," pekik Dino ketika botol itu berhenti tepat diarah Farel duduk.
"Truth or dare?," tanya Dino sambil menampilkam smirk handalannya yang membuat Farel bergidik ngeri.
"Emm, karna gue cowok gentle jadi gue pilih dare," balasnya mantap sambil menatap Dino.
"Yakin?," tanyanya yang disambut anggukan mantap dari Farel.
Dino mengetukkan jari telunjuknya di dagu sambil menatap ke arah langit seolah ia sedang berpikir serius "Dare nya adalah...," Farel meneguk salivanya ketika melihat smirk yang dikeluarkan Dino.
"Lo harus genggam arang yang masih panas," ucapnya sambil menunjuk bekas pembakaran tadi.
"APA?!," pekik mereka semua, sungguh dare dari Dino sangat tidak masuk akal.
Dino terkekeh melihat ekspresi kaget Farel "Just kidding," ucapnya sambil mengancungkan jarinya membentuk huruf V.
Farel menghembuskan nafas lega untung saja Dino bercanda, jika tidak tamatlah tangannya.
"Jadi darenya apa kak?," tanya salah satu siswi cantik kelas 10 karena sudah kepo dengan dare yang akan di berikan Dino.
"Jadi darenya lo harus nembak cewek yang lo suka sekarang!," ucap Dino seraya mengangkat alis dan dagunya, menantang.
"Oke!," balas Farel sambil berdiri lalu berjalan menuju ke arah seorang cewek yang berada di samping Dino.
Farel berjongkok dan langsung memegang tangan cewek itu "Dini, gue sayang sama lo gue cinta sama lo, gue udah suka lo dari awal gue kenal sama lo, dan mungkin ini saat yang tepat untuk gue ngucapin ini, will you be mine?," ucap Farel sambil menatap manik mata Dini.
Semua orang yang berada disana berteriak, sorakan 'terima,terima,terima' pun terdengar jelas di telinga Dini.
Akhirnya dengan wajah yang merona Dini pun mengangguk pelan "Iya gue mau," ucapnya sambil tersenyum malu yang membuat Farel bersorak senang san langsung memeluknya.
'Aaaa gue envy'
'Gue pengen'
'Sweet bangett sihhh'
'Angga kapan kamu gituin aku?'
Aya memutar bola matanya jengah melihat tingkah Jesika yang terlalu ganjen kepada Angga dan bodohnya Angga membiarkan Jesika duduk di sampingnya.
'Ihhh gue cemburu, dasar cabe busuk!'
"Oke, lanjut ya," kini Farel yang memutar botolnya.
Suasana malam ini semakin rame, masih banyak murid yang berbisik dan bercerita tentang kejadian tadi. Berbeda dengan Aya yang sedang menggerutu dalam hati melihat tingkah cabe Jesika yang memuakkan.
Mereka semua menjerit ketika putaran botol itu semakin pelan dan akhirnya...
"Angga!!," pekik mereka semua ketika botol itu berhenti di arah most wanted sekolah.
Angga terkejut, tapi dengan cepat ia menetralkan ekspresinya "Dare," ucapnya sebelum Farel membuka suara.
Farel menggelengkan kepala melihat sifat Angga "Oke, dare nya ga susah, lo harus nyium cewek, siapapun kecuali adek lo!," ucap Farel sambil menatap Angga.
'Gue harus rapi, biar gue yang dipilih'
'In your dream sweety'
'Pasti gue yang dipilih Angga'
'Pasti ka Jesica lah, secara kan dia deket sama ka Angga'
Aya memutar bola matanya ketika mendengarkan ucapan terakhir dari salah satu siswi yang duduk di sampingnya. Ia pun menunduk, memilih memainkan ponselnya untuk mengalihkan perhatiannya dari Angga. Namun, Aya merasa ada seseorang yang berjalan kearahnya. Bisikan-bisikan tentang dirinya pun mulai terdengar, namun ia tak menghiraukan itu.
'Persetan dengan itu semua'
Ia terkejut ketika ada seseorang menarik dagunya, ia pun mendongak dan saat itu juga matanya bertemu dengan manik mata milik Angga. Ia meneguk salivanya ketika wajah Angga semakin dekat dengan wajahnya, hembusan nafas Angga bahkan sudah terasa d wajahnya. Gadis itu menutup matanya ketika hidung miliknya dan milik Angga bersentuhan hingga....
Cup~~