Matahari baru saja menampakkan sinarnya, menyibak kabut yang basah. Cinta mendekati Sassy yang berdiri dibalkon samping ,” Gak jogging ?”
Sassy menggeleng ,” Sepertinya aku kekenyangan semalam. Berat banget mau ngangkat badan.”
Cinta menahan diri untuk tidak memberikan komentar yang membuat Sassy tahu bahwa seluruh anggota keluarga tahu bagaimana ia semalam makan malam bersama Luke ,” Masakan Paman dan Bibi Yo memang bikin nagih.”
Sassy mengguman sedikit menggeser tubuhnya, menyembunyikan wajahnya yang memanas. Dihembuskannya nafas panjang, mencoba mengabaikan kegelisahan yang menemaninya semalaman. Makan malam bersama dan berbagi makanan bukan hal asing baginya, salah satu trik bersama teman temannya untuk mencoba aneka menu dan berhemat. Tapi baru semalam hal sederhana itu membuatnya gelisah …. ini pasti karena kata kata Luke … gerutunya dalam hati.
Cinta tersenyum menyadari beberapa saat yang lalu ia menemukan ekspresi yang hampir sama dari abangnya di kandang kuda ,” Pemalas …. ayo bantu aku siapkan sarapan, Siang ini kita fitting baju dan bikin foto.”
Sassy meraih bahu Cinta ,” Ayo.” berangkulan keduanya menuju dapur ,” Pagi Tante ….”
“ Pagi ….. dan mengapa kamu masih belum juga terbiasa memanggilku mama ?” diangkatnya alis dengan gaya yang sangat mirip dengan putra sulungnya ,” Biar lebih meyakinkan.”
“ Ma ….. jangan menakutinya.” Cinta melemparkan apron ,” bukankah bikin ommelet itu keahlianmu ? Siapkan untuk kami semua, Paman dan Bibi Yo juga mau sarapan disini.”
Sassy menangkap apron dan berbalik menghadap kompor, tepat ketika Luke memasuki dapur.
“ Pagi …. Sarapan apa kita Ma ?” dituangnya air jeruk kedalam gelas.
“ Tuh, kokinya lagi bikin ommelet …" Cinta menunjuk Sassy, bertukar pandang dengan mamanya melihat bagaimana Luke menatap punggung Sassy dengan sedikit senyum tertahan.
“ Panggil aku di garasi kalau sudah siap.” ujarnya sambil melangkah cepat meninggalkan dapur. Dihembuskannya nafas panjang saat sudah mencapai teras. Masih tidak mengerti dengan dirinya karena pembicaraan singkat saat makan malam kemarin sanggup membuatnya gelisah sepanjang malam, dan tetiba dia merasa kikuk saat menemui gadis kecil yang dikira akan dengan mudah digodanya.
Dan akhirnya Luke menjadi orang terakhir yang memasuki ruang makan, sedikit terkejut mendapati Paman dan Bibi Yo ada diantara mereka …. s**t, kenapa seperti anak belasan tertangkap basah pacaran disekolah begini …. Luke merutuki dirinya sendiri. Berusaha tenang menarik kursi disamping Sassy ,” Gak dengar suara mobil Paman.”
“ Kita pakai sepeda.” Paman Yo tidak dapat menyembunyikan senyumnya melihat Luke dan Sassy.
Luke mengguman meneguk air, sudut matanya menangkap tangan Sassy bertaut gelisah dipangkuannya. Berharap dia bisa menenangkan gadis itu kalau saja dirinya lebih tenang.
“ Ayo kita mulai.” Mama meletakkan piring dihadapan suaminya.
Sassy meletakkan tangan diatas meja , menghembuskan nafas perlahan ketika Luke mengulurkan piringnya ,” Makasih.” ujarnya pelan, lebih pada keputusan Luke untuk mengambil Lukedali.
Jerry meletakkan gelasnya dan tergelak ,” Aduuuuh … gak tahan aku melihat kalian berdua.” ditunjuknya Luke dan Sassy dengan sendok ditangannya.
Dan seketika tawa dan senyum yang coba ditahan penghuni meja keluar, kecuali Sassy dan Luke yang salah tingkah. Cinta bertepuk tangan sambil menghentakkan kakinya …. ,” Akhirnyaaaaa ….. bisa juga aku melihat kalian berdua seperti ini. Dari kecil aku selalu melihat abang yang cool … Bertahun tahun aku mengenal Sassy yang selalu senyum dan tenang menghadapi situasi apapun. Hemmm .... you are so cute.” Dipeluknya Sassy erat erat.
“ Apa sih …..?” guman Sassy.
“ Sudahlah ….. “ Luke mengetuk meja ,” Hari ini apa saja acaranya ?”
Rei meneguk minumannya, menyadari Sassy sedikit ketakutan ,” Kita ada jadwal fitting dan foto. Setelah itu Aku dan Jerry akan memastikan akomodasi keluarga besar, Bang … Dirimu dan Sassy perlu ketemu dengan wedding Organizer untuk finalisasi run down acara dan layout. Jane dan mama mau test menu. Papa, Paman Yo dan Bibi tetap disini untuk menemui tamu. Bumil di rumah saja ya ....” ujarnya sambil mengusap bahu istrinya.
“ Disini fotonya ?”
Rei mengangguk dengan mulut penuh ,” Satu jam lagi mereka datang. Makanlah ….”
Luke mencoba berkonsentrasi pada makanannya, sekilas melirik gadis yang menghabiskan sarapannya dalam diam.
“ Semoga ukuran bajumu pas.” Cinta menepuk bahu Sassy.
“ Bajuku ?”
Cinta mengangguk ,” Yup, kami sudah pesankan sekalian.”
“ Tapi …..” dihembuskannya nafas panjang saat ingat beberapa minggu lalu Cinta meminjam salah satu gaun yang paling sering dipakainya ,” Kamu …..”
Senyum Cinta melebar ,” Senangnya bisa melihatmu tidak bisa menjawab.” mengaduh ketika tangan Luke terulur menjewer telingannya ,” Issssh … segitunya. Gara gara kamu …. abang biasanya gak segalak ini sama aku.” gerutunya lalu menutup dengan senyum lebar.