Suara tawa Victoria menghiasi heningnya malam. Bintang-bintang mengedipkan cahayanya bak lampu disko. Udara malam terasa amat dingin karena hembusan angin sepoi-sepoi, ikan-ikan di danau bagaikan berpesta ria. Érique memandangi Victoria penuh dengan sinar cinta. Dia sangat suka dengan kondisi dimana Victoria tertawa. "Sayang jangan terlalu brisik!" Seru Érique dengan nada halus. Mereka sedang memancing di danau samping rumah mereka. Mereka menggunakan aktifitas luang mereka dengan sangat baik. Setelah pulang dari taman, Victoria merasa lapar dan ingin makan malam dengan menu ikan. Mereka memutuskan membersihkan diri, beristirahat sebentar kemudian memancing ikan pada jam tujuh malam. "Kakak lucu dan aku tidak bisa menahan tawa, Sungguh, cerita kakak benar-benar lucu." Balas Victoria denga

