Mata Miranda menyala-nyala karena emosi. Dia menemui seseorang untuk melampiaskan amarahnya. Kedua tangannya menghentakkan meja kafe tempat ia berada, membuat wanita tua di depannya kaget. "Apa saja yang kau lakukan selama ini Ellie! Memisahkan mereka tidak bisa dan apa? Kau bahkan tidak memberitahuku bahwa putriku hamil! Jelaskan sekareng juga, Ellie!" Bentak Miranda. Elizabeth merasa gugup karena ucapan Miranda. Menghadapi amarah Miranda membuatnya sulit bernafas. "Awalnya kupikir aku bisa melenyapkan janinnya jadi aku tidak memberitahumu jika Victoria hamil, aku sudah menuangkan herbal alami yang tidak berbahaya ke dalam s**u hamil, Putrimu. Tapi aku selalu gagal. Setiap hari, aku mencuci otak Victoria dengan menjelek-jelekkan detektif. Percayalah, putrimu mulai percaya padaku." Jelas

