15

1286 Words

"Aya nurutin semua keinginan kalian jadi sekarang tolong, jangan perlakuan suami Aya seperti Bunda memperlakukan Aya dulu Bunda, Mas Azzam sesangat baik untuk mendapatkan perlakuan dingin Bunda kaya gitu, Aya minta tolong" lirih gue dengan mata berkaca-kaca, apa gak cukup cuma gue yang selalu dibeda-bedakan? Apa Mas Azzam juga harus ngerasain hal yang sama? Itu gak adil. "Dek, Bunda gak ada maksud kaya gitu" Kak Reina bangkit dan ngusap pelan punggung gue, iya Bunda gak ada maksud kaya gitu tapi selalu ngomong seolah-olah semuanya adalah kesalahan gue. "Ardit belum tahu kamu udah nikah Dek, kenapa Adek mutusin Ardit tanpa nanyak pendapat Bunda?" satu kalimat Bunda yang ngebuat gue harus balik narik nafas dalam. "Kenapa harus tanya Bunda cuma untuk keluar dari hubungan haram itu Bunda? L

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD