"Aku harus ngomong apalagi biar kamu ngerti?" Zura hanya terdiam. Ia bingung bagaimana harus menghadapi hal ini. Perasaannya mendadak berkecamuk. Ada rasa bahagia tapi perasaan berat lebih mendominasi. Ia sampai tak paham apa yang dirasakan. Meski Nathan tak berbicara dengan lebih gamblang. Lelaki itu melirik ke arahnya. Ia tahu kalau Zura pasti perlu berpikir. Jadi ia tak melanjutkan lagi kata-katanya. Nathan fokus menyetir. Suasana mobil memang mendadak hening. Zura mengalihkan wajahnya ke arah kiri. Ia lebih berminat melihat jalanan di sebelah kirinya. Sedangkan Nathan tampak menghela nafas. Kenapa sedari dulu, ia dan Zura seringkali salah paham? Ya entah ia atau Zura yang melakukan. Yang jelas memang sama. Keduanya mungkin masih kurang jelas dalam urusan berkomunikasi. Tapi semua in

