Disaat teman-teman yang lain sibuk patah hati karena melihat cowok ganteng di depan sana tak datang sendirian, Azzura pun sama sebetulnya. Tapi gadis itu hanya diam sembari berpura-pura sibuk dengan pekerjaannya, menjaga stand makanan untuk acara ulang tahun komunitas hari. Jangan sampai segala mood-nya hancur hanya karena ini. Ini bahkan bukan apa-apa. "Itu bukannya temen kamu kemarin itu, Zur?" tanya Yudha. Tadi cowok itu berjaga di dekat belakang panggung. Setelah Ahmad datang untuk memberikan sambutan, ia segera pindah ke berbagai spot untuk mengecek apakah ada kendala atau tidak. Yudha merasa mengenal wajah itu. Ya meski hahya sekali melihat tapi wajah Nathan membekas diingatan. "Hah?" Yudha terkekeh. "Ngelamun hei?" "Maaf, Mas," sahutnya pelan. "Gak perlu minta maaf." Ia te

