"Oke," ia mengalah pada Zura. Ia biarkan gadis itu pergi dan Zura malah makin kacau karenanya. Ia makin tak paham dengan dirinya sendiri. Entah apa yang ia mau sebenarnya? Ia juga tak paham. Mendadak sedih pula karena akhirnya dibiarkan pergi. Tapi bukan kah memang itu maunya? Perempuan ini sebetulnya mau apa? Ada yang paham pikirannya? Bahkan ia sendiri tak paham dengan pikirannya. Ia berjalan tak karuan. Benar-benar kacau. Nathan menarik nafas dalam. Tak tahu harus berbuat apa. Ia hanya bisa melihat punggung itu menjauh. Lagi-lagi ia harus membiarkan Zura pergi. Sama seperti ketika mereka sering bertengkar dulu. Zura masih sama. Masih tak berubah. Gadis itu pulang naik taksi online. Hujan turun semakin deras. Kalau ia tak buru-buru, ia bisa basah di jalan. Apalagi sulit menemukan t

