London dan Cemburu

2999 Words

"Zura, Zura." Ia mencoba membangunkan. Karena di awal penerbangan, Zura justru tak bisa tidur sama sekali. Gadis itu mencoba membuka mata. Di sampingnya masih ada Nathan. Cowok itu sudah bersiap-siap karena sebentar lagi pesawat akan segera mendarat. Zura menguap. Ia benar-benar mengantuk. Terlalu memikirkan banyak hal hanya membuatnya pusing. Lebih baik pikirkan yang indah-indah saja. Ya kan? Zura masih sempat termangu menatap ke arah jendela yang sebetulnya sudah ditutup. Berhubung akan landing, aturannya begitu. Jadi tak ada apapun yang ia tatap hingga akhirnya benar-benar mendarat. "Aku duluan ya? Mau ke toilet." Zura hanya mengangguk. Toh mereka akan berpisah di sini kan? Ia punya tujuan sendiri. Bukan hanya London. Nathan tak tahu apa-apa soal rencana perjalanannya di sini. "

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD