Syahid masih berdiri di depan lemari yang baru ia dorong dan kini membuka jalan baru seperti sebuah pintu rahasia. Ia hendak melangkah masuk saat mendengar suara seseorang di belakangnya dan kini memandanginya dengan alis bertautan. "Anda, ngapain di sini?" Syahid sontak menoleh dengan menatap gadis yang hanya mengenakan kaos kebesaran sepahanya itu, "eh? Lo bukan penjaganya papa ya?" Tanyanya dengan tersenyum sumringah dan langsung memeluk lengan Syahid yang mendecak samar berusaha menepis tangan kurang ajar itu. "Apa lo orang yang bakalan dijodohin sama gue?" Tanyanya masih memeluk lengan Syahid erat. Syahid mendecak samar berusaha tenang, ia sekilas melirik ke arah tangga dan kembali menoleh pada gadis di sebelahnya. "Gue boleh minta tolong?" Ujarnya berusaha memasang muka sedih, w

