15:15: Fiveteen

1753 Words

Eric berdiri di depan balkon kamarnya dengan menyalakan rokok pada tangan kanan. Sedangkan, tangan kirinya mengamati benda pipih yang Syahid berikan tadi sore sebelum pemuda itu pergi. Eric menghela napas samar, mengernyitkan dahinya dengan berulang kali menggeleng pelan. Agar tidak terlalu berharap banyak pada Syahid yang sampai sekarang belum ada kabarnya. Mungkin, pemuda itu sudah gugur di sana. Bicaranya saja yang terdengar keren, tapi tetap saja Syahid sama seperti anak buahnya yang lain. Ia pun menjatuhkan rokoknya dan menginjaknya kasar sampai abunya mengenai belakang sendal jepitnya. Pemuda itu kembali memangdangi benda yang ada satu tombol itu dengan mengetuk-ngetukannya pada besi balkon. "Apasih yang gue harepin, semuanya akan tetap sama." Ujarnya pesimis lalu melenggak masuk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD