Wondi sudah merebahkan kepalanya di atas meja dengan menjadikan ransel sebagai bantalan. Pemuda itu baru saja sampai di kelas dan langsung mengambil posisi tidur dengan nyaman. Menulikan pendengarannya dari kebisingan teman-teman kelasnya yang sudah sibuk duduk berkelompok membahas tugas mereka. Kaki mejanya ditendang pelan membuat ia mengerang kecil dengan kembali memperbaiki posisinya. "Bangung, nyet ... kita harus siapin materi tugas." Ajun sudah mendudukan diri di depannya dengan pandangan yang mengarah pada layar hapenya. "Gue ngantuk," balas Wondi masih memejamkan matanya erat. "Nanti diamukin sama si Seno, lo mau dengarin dia ceramah pagi-pagi?" Ujarnya menyebut teman satu kelompoknya yang juga teman SMA nya dulu. "Cuekin aja," Ajun mengernyitkan dahinya lalu mengangguk setuju.

