Eric melangkah pelan ke depan balkon kamarnya dengan mengisap dalam rokok dalam tangannya, yang diapit antara jari tengah dan juga jari telunjuknya. Pemuda itu berusaha menikmati suasana malam gelap itu, karena seperti biasa ia tidak bisa tidur lelap. Alisnya bertautan saat melihat sosok jangkung Syahid tengah berlari memutari halaman rumahnya sampai ke samping kolam. Mungkin sudah beberapa kali Syahid berlali keliling, buktinya muka pemuda itu sudah dipenuhi keringatnya sampai rambut hitam legamnya lepek dan kini terjatuh pada keningnya. Eric menaruh tangan di atas besi pembatas balkok, tersenyum miring memandangi Syahid yang masih saja berlari tanpa henti. Pemuda itu mengenakan hoodie hitam dipadukan dengan celana training dan juga sepatu olahraga putih. Kupluk hoodienya bergerak naik-

