Dista menyeka air matanya mendengar kisah Angelica Wirawan, sahabat kecil Derby. Begitu tragis kisahnya. Derby yang berkisah saja seperti tidak sanggup menahan sedih. Tapi dia senang melihat wajah Dista yang begitu tenang mendengar ceritanya. Wajah penuh cinta tentunya. "Mama Papa sampe sekarang nggak tau?" Derby menggeleng. "Kalau mereka tau, itu berarti kamu yang cerita." Dista tersenyum sedih memandang wajah Derby. "Sopir kamu nggak cerita?" Derby menggeleng. "Hingga ajal menjemputnya saat aku pindah sekolah ke Melbourne ... dia tetap menjaga rahasia itu." Wajah Dista menunjukkan duka. Tiba-tiba dia mengingat sesuatu. "Aku liat ada tulisan kamu waktu kelas 4 SD di frame yang tertempel di dinding koridor menuju kamarmu ini ... I love girls all over the world, maksudnya?" Derb

