Dista menghela napas pendek. "Kamu sendiri gimana dengan Dian?" tanya Dista. "Haha ... apa ya ... rasanya kering kalo nggak berantem ama dia ... semakin ganas semakin menggairahkan, ah, aku cinta banget ma dia, Babe. Nggak nyangka juga." Dista tertawa kecil mendengar pegakuan Jeffrey. Dia senang sekali. Akhirnya sahabat dekatnya itu bisa juga jatuh cinta dengan perempuan setelah sekian lama terus menggodanya. "Kalo ingat waktu pernikahan elu ama Derby ... aduh, speechless gue, Babe. Elu mungkin nggak liat wajah tegangnya dia. Malah sempat gagal. Gilaaa ... gue liat mukanya dia pas ijab kabul. Feelnya dapat coy." "Jeffrey." "Serius, Babe. Menurut gue, ijab kabul yang paling seru yang gue liat seumur hidup gue. Dia yang nikah, gue yang gelisah. Mungkin bagi sebagian besar orang menguca

